7 October 2017

Menjadi Penulis

Deuh... sudah lama saya tidak mengisi kekosongan hati #eh maksudnya kekosongan blog saya yang mana terakhir saya menulis di blog ini ya pas bulan Juni tahun setelah lebaran. Jadi, ketika saya sedang berusaha untuk menelaah "apa sih yang harus saya tulis?" "mentok bange nih buat nulis", "duh rasanya idenya beneran entah kemana nggak ketemu-ketemu" maka akhirnya terputuskanlah sudah memberi judul tulisan dengan Menjadi Penulis.

Menjadi penulis memang mimpi besar saya. Dari jaman duduk di sekolah dasar, saat itu buku diary adalah sahabat saya yang paling terbaik dan selalu tetap menjaga amanatnya. Mau tulisannya seperti ceker ayam, mau isinya curhatan, yang jelas buku diary saat itu adalah salah satu media saya untuk berani berbicara (tapiii buku diary saya sudah tidak tahu sekarang dimana hahaha) Takutnya sih kebaca sama Bapak-Ibu saya karena saya pun pernah ngomel di buku diary tentang mereka. Astaghfirulloh.. Yah namanya juga kan masih anak labil (sekarang masih juga sih hahhaha) yang bawaannya saat itu selalu baper luar biasa.

Nah, kenapa tetiba kepikiran menulis diary? Hobi saya saat itu adalah membaca majalah bobo/ fantasi kebanggaan anak-anak pada masanya tidak seperti anak jaman now yang mainnya glladget. Sedih melihatnya... ☹️ dari majalah tersebut maka sering terjadilah induksi di kepala saya untuk menuliskan catatan harian. Memiliki masa kecil yang saat itu ada trauma sendiri membuat saya jusru lebih bergelut dengan buku, meskipun masih juga sering bermain di luar rumah bersama teman-teman namun tetap saja ada rasa kurang aman bermain dengan mereka. Pun akhirnya menjadi seorang penulis adalah sebuah mimpi besar buat saya dari apapun sampai saat ini.

Sungguh, bukan maksud apa-apa dengan saya menjelaskan diri saya di blog ini. Toh tidak ada salahnya juga kan menyampaikan apa yang ingin dicapai dan memiliki target? Cuman kelemahan saya adalah Saya Malas. Terkadang dalam situasi tertentu saja dan butuh ruang yang ebar-benar sendiri atau saat semua orang tertidur saya dapat menyampaikan dan menorehkannya. Saat ini pun berasa saya tidak punya waktu padahal waktu pun banyak terbuang sia-sia. Sombong sekali mengatakan bahwa tidak memiliki waktu untuk menulis. Lalu, mimpi kamu menjadi penulis seperti apa ketika kamu saja membuang waktumu seperti ini? Ah teguran hati menyampaikan seperti itu, tak dapat dipungkiri karena kemalasan saya yang merajalela dan sungguh tidak bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

Kenapa pengen banget jadi penulis? Iya entah kenapa, seenggaknya dengan menulis bisa jadi saya dapat menorehkan dan memberikan informasi tentang pengalaman yang sudah pernah saya lakukan sebelumnya. Maka dari itu, dengan move dari satu tempat ke tempat lain mmeberikan energi untuk saya. Paling tidak saya dapat membuat sebuah lembaran baru di setiap perjalanan waktu saya selama saya hidup. Menulis juga salah satu jalan dakwah untuk memberikan hal positif untuk pembaca. Masa menebar hal positif saja tidak mau? Padahal mendapatkan banyak manfaat dan pahala 😇

Coretan ini adalah sebuah cambukan buat saya, supaya saya kembali bersemangat untuk menulis apapaun medianya. Meskipun kebanyakan berada dalam blog, setidaknya saya harus menulis kembali. Doakan kembali ya teman-teman supaya saya selalu konsisten dalam menulis dan segera merampungkan satu judul tentang kisah perjalanan hidup saya. Hatur Nuhun... :)



Jakarta, 7 Oktober 2017
--vidahasan--
Share:

0 comments: