28 October 2017

Kelas Inspirasi Pemalang #1

Wuaahh.. jebrol juga tulisan ini. Sudah lama ingin ditulis, namun kudu butuh mood yang cukup memungkinkan untuk menuliskannya :p

Akhirnya ya, pergelatan akbar dilaksanakan juga. Kelas Inspirasi Pemalang yang benar-benar perdana, dilaksanakan pada tanggal 16 September 2017. Ini perdana loh, perdana banget dilaksanakan dan Alhamdulillah sudah cukup baik dan berjalan dengan lancer. KIP (singkatannya) 2017 ini terdiri dari 8 sekolah dasar negeri yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Di kecamatan Pemalang ada SD Surajaya 1, SD Surajaya 3, SD Wanamulya 1 dan SDN Banjarmulya 2; di bagian kecamatan Taman ada SDN 2 Taman dan SDN 1 Jrakah; di bagian kecamatan Petarukan ada MI Darunnajah dan SDN 6 Loning. Dari 3 kecamatan, kecamatan Petarukanlah yang terjauh dari kota kabupaten Pemalang.

Berapa relawannya? Saya tidak bisa memastikan karena sejujurnya saya tidak punya data aslinya. Perkiraan saya ada sekitar kurang lebih 90 relawan pengajar dan 30 relawan dokumentator yang mendaftar. Dari sekian banyak relawan pun, biasanya juga ada yang sering mengundurkan diri karena kendala kegiatan di waktu yang bersamaan. Yaaa.. sama sih seperti saya, yang saat itu diamanahkan menjadi koordinator acara malah keluyuran dan nomaden banget huhu L

Well, saya akan menceritakan the first meet up panitia KIP ini. Awal mulanya? Bukan saya yang menginisiasikannya. Hanya saja, saat itu setelah pulang dari penugasan ada terbesit ingin sekali melaksanakan kegiatan kelas inspirasi di Pemalang. Namun, kendala saya saat itu adalah “siapakah yang akan saya ajak untuk ikut serta dan berjuang bersama?” Bahkan saat itu ketika masa peralihan pencarian “tumbal” saya sempat ditantang oleh mas-mas yang sangat meragukan saya.

Baiklah, apalah saya seperti orang baru yang tiba-tiba muncul dan sok-sokan ingin mengembangkan Pemalang. Maka, beliau menyampaikan pesan ke saya “Jaman sekarang, tidak akan ada orang yang mau bekerja tanpa bayaran sepersen pun. Mereka ujungnya pasti akan meminta bayaran sebagai uang letih mereka. Maka, coba silahkan cari orang-orang di sekitar kamu yang mau melakukannya. Saya yakin, semisal ada 50 orang di ruangan ini, yang akan turut serta hanya kurang dari 10 orang”. Kalimat tersebut membuat hati saya teriris, ‘benarkah sudah tidak ada orang baik di daerah ini? Benarkah mereka sebegitu materinya dengan sebuah gerakan sosial pendidikan yang disebut dengan kerelawanan? Benarkah?’ ah pertanyaan-pertanyaan tersebut menampik diri saya sendiri.

Lalu… Allahu Akbar! Niat baik pasti selalu ada jalan keluarnya. Teman saya memberi informasi tentang adanya akun Kelas Inspirasi Pemalang saat itu. Allah memang Maha Baik, ketika hambaNya dapat ujian, maka Dia slalu saja memberikan sebuah jawaban yang pasti ada. Maka, saya menghubungi CP yang tertera dalam akun tersebut. Sebut saja Tiyas Widyastuti atau TeWe. Saya mengajaknya meet up dan bertegur sapa, kesan pertama ‘semoga saya tidak kaku dan anaknya juga tidak kaku’ hahaha… Maka, kami pun bertemu di salah satu cafĂ© yang cukup hits di Pemalang. Kami membicarakan rencana-rencana ke depan yang akan kami lewati bersama. Saat itu masih dalam tahap recruitment panitia kelas inspirasi Pemalang. Saya ingat di bulan Januari 2017 (tanggal agak lupa), pertemuan pertama kami dan rencana kami terbentuk. Iya, sebuah gerakan yang kami harapkan dan semogakan bahwa pendidikan di Pemalang itu layak untuk siapapun dan cita-cita anak negeri tidak hanya sebatas pandangan mereka saja. Karena, cita-cita itu dapat dijangkau ketika pendidikan turut menyertai anak-anak.

Terpilihlah sekitar kurang lebih 90 panitia. Banyak ya? Iya, banyak. Tapi, kita lihat apakah dengan jumlah panitia yang besar ini akan menjangkau keseluruhannya atau bahkan ada yang mundur cantik secara perlahan-lahan? Namanya juga panitia kegiatan, mundur teratur pasti akan selalu ada kok. Jadi, tidak perlu kaget dan khawatir. Di balik 90 panitia ada panitia yang sangat konsisten dari awal hingga akhir atau hari H. Siapa? Tidak perlu disebutkan satu persatu, cukup bagi yang merasa melakukannya saja itulah orang-orangnya hihihi

Jadi, setelah terpilih jumlah panitia yang tersebut di atas maka saya, Tiyas dan beberapa relawan panitia yang lain mengadakan meet up untuk pertama kalinya. Saat itu pada tanggal 12 Februari 2017 maka kami pun dipertemukan. Memang tidak semua turut hadir dalam meet up perdana kami ini. Namun, setidaknya kami bisa saling mengenal satu sama lain bergotong royong bersama-sama untuk membangun Kab. Pemalang. Ada rasa haru dan bahagia, karena di sela-sela kesibukan mereka, mereka masih saja menyempatkan untuk menjadi relawan pendidikan. Bahkan, saya salut salut salut dengan teman-teman dari KI Tegal yang turut serta berkolaborasi dengan kami.


Waaaah… ini mah luar biasa semangatnya J saya yakin, orang-orang ini punya rasa empati yang sangat besar terhadap pendidikan di Indonesia khususnya wilayah pantura. Faktanya, mereka bela-belain datang dari Tegal buat ikut terlibat bersama-sama dengan kami yang ada di Pemalang. Kurang salut apalagi coba? You’re rock guys!!!


--vidahasan—
Share:

0 comments: