Wuaahh.. jebrol
juga tulisan ini. Sudah lama ingin ditulis, namun kudu butuh mood yang cukup memungkinkan untuk
menuliskannya :p
Akhirnya ya,
pergelatan akbar dilaksanakan juga. Kelas Inspirasi Pemalang yang benar-benar perdana,
dilaksanakan pada tanggal 16 September 2017. Ini perdana loh, perdana banget
dilaksanakan dan Alhamdulillah sudah cukup baik dan berjalan dengan lancer. KIP
(singkatannya) 2017 ini terdiri dari 8 sekolah dasar negeri yang tersebar di
seluruh wilayah Kabupaten Pemalang. Di kecamatan Pemalang ada SD Surajaya 1, SD
Surajaya 3, SD Wanamulya 1 dan SDN Banjarmulya 2; di bagian kecamatan Taman ada
SDN 2 Taman dan SDN 1 Jrakah; di bagian kecamatan Petarukan ada MI Darunnajah
dan SDN 6 Loning. Dari 3 kecamatan, kecamatan Petarukanlah yang terjauh dari
kota kabupaten Pemalang.
Berapa
relawannya? Saya tidak bisa memastikan karena sejujurnya saya tidak punya data
aslinya. Perkiraan saya ada sekitar kurang lebih 90 relawan pengajar dan 30
relawan dokumentator yang mendaftar. Dari sekian banyak relawan pun, biasanya
juga ada yang sering mengundurkan diri karena kendala kegiatan di waktu yang
bersamaan. Yaaa.. sama sih seperti saya, yang saat itu diamanahkan menjadi
koordinator acara malah keluyuran dan nomaden
banget huhu L
Well,
saya
akan menceritakan the first meet up panitia
KIP ini. Awal mulanya? Bukan saya yang menginisiasikannya. Hanya saja, saat itu
setelah pulang dari penugasan ada terbesit ingin sekali melaksanakan kegiatan
kelas inspirasi di Pemalang. Namun, kendala saya saat itu adalah “siapakah yang
akan saya ajak untuk ikut serta dan berjuang bersama?” Bahkan saat itu ketika
masa peralihan pencarian “tumbal” saya sempat ditantang oleh mas-mas yang
sangat meragukan saya.
Baiklah, apalah
saya seperti orang baru yang tiba-tiba muncul dan sok-sokan ingin mengembangkan
Pemalang. Maka, beliau menyampaikan pesan ke saya “Jaman sekarang, tidak akan
ada orang yang mau bekerja tanpa bayaran sepersen pun. Mereka ujungnya pasti
akan meminta bayaran sebagai uang letih mereka. Maka, coba silahkan cari
orang-orang di sekitar kamu yang mau melakukannya. Saya yakin, semisal ada 50
orang di ruangan ini, yang akan turut serta hanya kurang dari 10 orang”.
Kalimat tersebut membuat hati saya teriris, ‘benarkah
sudah tidak ada orang baik di daerah ini? Benarkah mereka sebegitu materinya
dengan sebuah gerakan sosial pendidikan yang disebut dengan kerelawanan?
Benarkah?’ ah pertanyaan-pertanyaan tersebut menampik diri saya sendiri.
Lalu… Allahu Akbar! Niat baik pasti selalu ada
jalan keluarnya. Teman saya memberi informasi tentang adanya akun Kelas
Inspirasi Pemalang saat itu. Allah memang Maha Baik, ketika hambaNya dapat
ujian, maka Dia slalu saja memberikan sebuah jawaban yang pasti ada. Maka, saya
menghubungi CP yang tertera dalam akun tersebut. Sebut saja Tiyas Widyastuti
atau TeWe. Saya mengajaknya meet up
dan bertegur sapa, kesan pertama ‘semoga
saya tidak kaku dan anaknya juga tidak kaku’ hahaha… Maka, kami pun bertemu
di salah satu café yang cukup hits di Pemalang. Kami membicarakan
rencana-rencana ke depan yang akan kami lewati bersama. Saat itu masih dalam
tahap recruitment panitia kelas
inspirasi Pemalang. Saya ingat di bulan Januari 2017 (tanggal agak lupa),
pertemuan pertama kami dan rencana kami terbentuk. Iya, sebuah gerakan yang
kami harapkan dan semogakan bahwa pendidikan di Pemalang itu layak untuk
siapapun dan cita-cita anak negeri tidak hanya sebatas pandangan mereka saja.
Karena, cita-cita itu dapat dijangkau ketika pendidikan turut menyertai
anak-anak.
Terpilihlah
sekitar kurang lebih 90 panitia. Banyak ya? Iya, banyak. Tapi, kita lihat
apakah dengan jumlah panitia yang besar ini akan menjangkau keseluruhannya atau
bahkan ada yang mundur cantik secara perlahan-lahan? Namanya juga panitia
kegiatan, mundur teratur pasti akan selalu ada kok. Jadi, tidak perlu kaget dan khawatir. Di balik 90 panitia ada
panitia yang sangat konsisten dari awal hingga akhir atau hari H. Siapa? Tidak
perlu disebutkan satu persatu, cukup bagi yang merasa melakukannya saja itulah
orang-orangnya hihihi
Jadi, setelah
terpilih jumlah panitia yang tersebut di atas maka saya, Tiyas dan beberapa
relawan panitia yang lain mengadakan meet
up untuk pertama kalinya. Saat itu pada tanggal 12 Februari 2017 maka kami
pun dipertemukan. Memang tidak semua turut hadir dalam meet up perdana kami ini. Namun, setidaknya kami bisa saling
mengenal satu sama lain bergotong royong bersama-sama untuk membangun Kab.
Pemalang. Ada rasa haru dan bahagia, karena di sela-sela kesibukan mereka,
mereka masih saja menyempatkan untuk menjadi relawan pendidikan. Bahkan, saya
salut salut salut dengan teman-teman dari KI Tegal yang turut serta
berkolaborasi dengan kami.
Waaaah… ini mah luar biasa semangatnya J saya
yakin, orang-orang ini punya rasa empati yang sangat besar terhadap pendidikan
di Indonesia khususnya wilayah pantura. Faktanya, mereka bela-belain datang
dari Tegal buat ikut terlibat bersama-sama dengan kami yang ada di Pemalang.
Kurang salut apalagi coba? You’re rock
guys!!!
--vidahasan—

0 comments:
Post a Comment