28 October 2017

Kelas Inspirasi Pemalang #2

Lambat laun, seiring berjalannya waktu. Saya tahu akan ada hambatan di setiap sebuah perjalanan. Tidak ada  hal yang sudah diatur sedemikian rupa mulus seperti rencana awalnya. Saya tahu, di perjalanan memperjuangkan kegiatan ini di bulan September banyak hal yang harus dilalui. Kala itu, kesulitan kami adalah di jarak. Apakah dengan jarak yang beratus kilometer ini dapat dijangkau dan tetap saling berkomunikasi? Ah, rupanya jarak adalah penghambat bagi sebagian besar orang di kepanitiaan (seriously, ini bukan sebuah curhatan. Tapi kenyataan yang berada di lapangan). J

Apalagi dengan jumlah panitia yang sangat besar, dan kami belum mengenal satu sama lain. Iya, karena gerakan perdana ini adalah sebuah pemantik untuk mereka yang benar-benar niat peduli terhadap pendidikan di daerahnya sendiri. Saya yakin pun meskipun mereka tidak dapat berkontribusi, mereka ingin sekali berkontribusi. Sudahlah, saya tidak akan menceritakan panjang lebar tentang bagaimana perjuangan teman-teman panitia di KI Pemalang perdana ini.

Setidaknya di saat kebanyakan orang gundah gulana mementingkan urusan pribadinya, ada satu sisi dimana orang-orang ini lebih mementingkan kegiatan yang bahkan tidak dibayar sepersen pun. Dari mereka survey sekolah, menghubungi banyak stakeholder, bolak balik menuju dinas dan pemda, bahkan sampai ada yang suka ngomel-ngomel di grup atau bahkan ada yang akhirnya saling sebel karena terlalu ngototnya, tapi demi kepentingan umum. Saya tahu itu J jadi, wajar saja jika ada yang bersikap demikian.

Maka, hari H pun terlaksana pada tanggal 16 September 2017. Dengan total relawan pengajar sekitar kurang lebih 70 dan relawan dokumentator 25. Saat itu, antusiasme mereka sungguh luar biasa. Dari berbagai macam profesi dan jauh-jauh datang dari daerahnya, hanya untuk menginspirasi dan memotivasi adik-adik SD di kabupaten Pemalang. Sebelum hari inspirasi ada briefing yang dilaksanakan sehari sebelum hari inspirasi pada tanggal 15 September 2017. Sedih, saya sendiri tidak dapat turut serta di acara briefing. Namun, saya tertolong oleh hadirnya dua sahabat saya yang satu penempatan saat menjadi pengajar muda di kab. Nunukan.

Yap! Isna dan Cimpluk menjadi back up saya kala itu. Thanks a lot for you two! I couldn’t give anything except this word! Alhamdulillah, saya mendengar komentar positif dengan hadirnya mereka berdua di hari briefing. J

Malamnya, saya langsung cabut dari sekolah menuju ke stasiun untuk pulang ke Pemalang. Lumayan, perjalanan saya tempuh sekitar 4,5 jam lamanya and I was so excited with this event. Akhirnya saya dialihkan menjadi fasil di salah satu sekolah dasar di kecamatan Pemalang. Yuhuuu SDN 01 Surajaya. J Yap! Keep in touch with this story yaaaa… :D

Yaaa.. and then the Day comes. Baru nyampe di rumah sekitar jam setengah 2 dini hari, lalu bercengkerama sebentar dengan Cims dan Isna yang akhirnya kami pun melanjutkan kembali tidur jam 3 dini hari. Sudah janjian berangkat jam 6 pagi, walhasil kami bertiga kesiangan hahaha… daaaan saya malu sungguh malu tiba di sekolah karena sudah dimulai sekitar 5 menitan yang lalu :D

Siangnya, kami kembali ke pendopo dan mempersiapkan kegiatan refleksi. Di kala banyak hal yang ingin disampaikan, waktu sudah terlalu sore dan sangat meveeet! Ah, terima kasih untuk kalian yang sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Yuk bangun mimpi anak Pemalang, dan ikhlas menginspirasi dimanapun kalian berada. Tetap semangat yaaaa wahai para relawan yang luar biasa. J


--Vidahasan—
Share:

0 comments: