Lambat laun,
seiring berjalannya waktu. Saya tahu akan ada hambatan di setiap sebuah
perjalanan. Tidak ada hal yang sudah
diatur sedemikian rupa mulus seperti rencana awalnya. Saya tahu, di perjalanan
memperjuangkan kegiatan ini di bulan September banyak hal yang harus dilalui.
Kala itu, kesulitan kami adalah di jarak. Apakah dengan jarak yang beratus
kilometer ini dapat dijangkau dan tetap saling berkomunikasi? Ah, rupanya jarak
adalah penghambat bagi sebagian besar orang di kepanitiaan (seriously, ini bukan sebuah curhatan. Tapi kenyataan yang berada
di lapangan). J
Apalagi dengan
jumlah panitia yang sangat besar, dan kami belum mengenal satu sama lain. Iya,
karena gerakan perdana ini adalah sebuah pemantik untuk mereka yang benar-benar
niat peduli terhadap pendidikan di daerahnya sendiri. Saya yakin pun meskipun
mereka tidak dapat berkontribusi, mereka ingin sekali berkontribusi. Sudahlah,
saya tidak akan menceritakan panjang lebar tentang bagaimana perjuangan
teman-teman panitia di KI Pemalang perdana ini.
Setidaknya di
saat kebanyakan orang gundah gulana mementingkan urusan pribadinya, ada satu
sisi dimana orang-orang ini lebih mementingkan kegiatan yang bahkan tidak
dibayar sepersen pun. Dari mereka survey sekolah, menghubungi banyak stakeholder, bolak balik menuju dinas
dan pemda, bahkan sampai ada yang suka ngomel-ngomel di grup atau bahkan ada
yang akhirnya saling sebel karena terlalu ngototnya, tapi demi kepentingan
umum. Saya tahu itu J
jadi, wajar saja jika ada yang bersikap demikian.
Maka, hari H pun
terlaksana pada tanggal 16 September 2017. Dengan total relawan pengajar
sekitar kurang lebih 70 dan relawan dokumentator 25. Saat itu, antusiasme
mereka sungguh luar biasa. Dari berbagai macam profesi dan jauh-jauh datang
dari daerahnya, hanya untuk menginspirasi dan memotivasi adik-adik SD di
kabupaten Pemalang. Sebelum hari inspirasi ada briefing yang dilaksanakan
sehari sebelum hari inspirasi pada tanggal 15 September 2017. Sedih, saya
sendiri tidak dapat turut serta di acara briefing. Namun, saya tertolong oleh
hadirnya dua sahabat saya yang satu penempatan saat menjadi pengajar muda di
kab. Nunukan.
Yap! Isna dan
Cimpluk menjadi back up saya kala
itu. Thanks a lot for you two! I couldn’t
give anything except this word! Alhamdulillah, saya mendengar komentar
positif dengan hadirnya mereka berdua di hari briefing. J
Malamnya, saya
langsung cabut dari sekolah menuju ke stasiun untuk pulang ke Pemalang.
Lumayan, perjalanan saya tempuh sekitar 4,5 jam lamanya and I was so excited with this event. Akhirnya saya dialihkan
menjadi fasil di salah satu sekolah dasar di kecamatan Pemalang. Yuhuuu SDN 01
Surajaya. J Yap! Keep in touch with this story yaaaa… :D
Yaaa.. and then the Day comes. Baru nyampe di
rumah sekitar jam setengah 2 dini hari, lalu bercengkerama sebentar dengan Cims
dan Isna yang akhirnya kami pun melanjutkan kembali tidur jam 3 dini hari.
Sudah janjian berangkat jam 6 pagi, walhasil kami bertiga kesiangan hahaha…
daaaan saya malu sungguh malu tiba di sekolah karena sudah dimulai sekitar 5
menitan yang lalu :D
Siangnya, kami
kembali ke pendopo dan mempersiapkan kegiatan refleksi. Di kala banyak hal yang
ingin disampaikan, waktu sudah terlalu sore dan sangat meveeet! Ah, terima
kasih untuk kalian yang sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Yuk bangun mimpi
anak Pemalang, dan ikhlas menginspirasi dimanapun kalian berada. Tetap semangat
yaaaa wahai para relawan yang luar biasa. J
--Vidahasan—
0 comments:
Post a Comment