Pernah nggak kebayang pertanyaan untuk refleksi diri setiap harinya ke diri sendiri itu apa? Sesederhana mungkin kamu bisa tanya pada dirimu sendiri di depan cermin seperti; kamu bahagia nggak? apa yang udah kamu lakuin hari ini? dan apa yang mau kamu lakukan esok hari? Meski seringkali kita berdampingan dengan yang namanya ketidakpastian and it must be ready, mau atau nggaknya kita. Maka dari itu, untuk bisa menerima ketidakpastian itu diperlukan yang namanya self control.
Kali ini aku menulis tentang self control, tapi bukan berarti aku paham terkait psikis atau semacamnya, ini murni dari yang aku amatim, aku pahami, atau bahkan aku alami sendiri.
As you know, since I work at Padepokan Kalisoga, banyaaaak sekali hal yang didapat dan dipelajari. Salah satunya tentang self control tentu saja. Belajar bareng sama Bapak-Bapak yang menurutku tingkat kekeceannya udah ada di level entahlah di mana itu.. Buat diri ini selalu belajar siap, sigap dan cepat tangkap. Meskipun, memang masih banyak hal-hal lain juga yang perlu dipelajari dan butuh kesabaran ekstra. Kesabaran ekstra di sini kesabaran dalam proses tahapan belajar ya bukan kesabaran ekstra karena melakukan sesuatu terus nggak ikhlas hihi.. lah gimana coba kalau kita belajar sabar tapi nggak tulus ikhlas? Lebih baik, sekalian aja nggak perlu belajar ikhlas.
Sulit memang untuk mempelajari ilmu ikhlas. Bahkan, ketika kita berucap "Sungguh aku ikhlas ngejalaninnya. Aku ikhlas ngelakuin itu" dan segala macamnya, orang yang ada di depan kita saja bisa mempunyai anggapan yang berbeda. Diam adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan ketika kita melakukan sesuatu. Mengontrol diri sendiri supaya tidak berlebihan dengans segala sesuatu yang kita dapatkan. Apa contohnya? Ketika kita mendapatkan sebuah pujian, sebenarnya itu adalah sebuah boomerang untuk diri kita, maka ketika mendapat pujian jangan merasa cepat puasnya. Karena bisa saja, kita melakukan kesalahan yang sama di waktu yang berbeda. Maka, kunci mengontrolnya adalah dengan "well, I'll keep this things and thank you".
Perasaan itu banyaaak macamnya. Nano-nano. Setiap hari mood itu slalu berbeda, kadang bahagia, kadang sedih, kadang marah, kecewa, kadang bahkan bisa sepersekian detik langsung berubah sesaat. Mungkin, bisa dicari tahu reason of it "Why we are feeling that feel". You know, soo grateful if we have people around us, keep doing positive vibes. It makes us more more enjoyable. Suasananya selalu menular ke diri kita, bahkan apalagi jika ia paham betul tentang suasana hati kita saat itu.
Guys, aku tahu, mengontrol diri sendiri itu butuh waktu. Nggak gampang, but as you know, that you can do it, carefully. Nggak perlu ngoyo buat terus mengontrol diri, karena salah satu kemampuan mengontrol diri adalah with an acceptance. Menerima dengan segala hal yang ada di dalam diri kita sendiri, menerima bahwa perasaan-perasaan itu sedang kita rasakan. Jadi, jangan berusaha untuk menolaknya, karena justru akan menjadikan diri kita kacau, stress, bahkan masuk ke alam bawah sadar kita. Ingin menangis? Maka, menangislah sejadi-jadinya ketika itu memang membuatmu merasa nyaman, ketika itu memang membuatmu merasa lega. Cry is not an embarrasing thing, just do it, if you want to do it. I think, some people doing that, because it makes them comfort and losing their bad feeling.
I'm also not the one who can't control my (feeling) self, but I just want share about this things. Sometimes I think that "Ok, today nobody text me to confirm or give an information" well, it's ok. It's your time, the time is yours. No one can't interrupt you to doing what you like or love. Just relax and takes the time comfortly. I can finish my story, I can read a book, I can cook, I can do sport, and all activities that you want to do that day. :')
Just love yourself guys! :)
-vidahasan-
Sometime, we pretend what we feel.
But, please don't pretend.
Just accept that feel in your circumstances.

0 comments:
Post a Comment