Hey good people,
What's going on now? Sepertinya, aku akan mulai kembali menulis minimal seminggu sekali untuk merelease kejadian mingguan yang aku alami. Barangkali pun aku akan menuliskan insights yang aku dapatkan di setiap minggunya. Sepertinya seru untuk dibagikan.
Minggu pertama di tahun 2025 aku belajar kembali mengatur Work-Life Balance. Why? Nggak semua orang harus bisa mengikuti ritme orang lain, karena kita juga berhak buat melakukan hal-hal yang kita suka di luar hari kerja kita. And that's our choices.
"Kok enak banget? Kok gitu banget?",
Well sudah saatnya kita perlu mewaraskan diri kita agar tidak terjebak dalam pekerjaan yang berlarut-larut. Karena, itu nggak baik buat diri kita sendiri.
"Tapi kita bekerja untuk orang lain. Tapi, kita juga senang melakukannya"
Yaa, as far as you like it, then do! Tapi, nggak semua orang kan bisa buat ngikutin itu? :) "Tapi kalau itu really urgent gimana?" Tetap diliat urgent itu seperti apa. Apakah itu prioritas banget atau masih bisa menjadi prioritas aja. And we control it!
For me as a person, Work-Life balance itu perlu banget karena menjaga kestabilan emosi kita. Selama ini, meskipun pekerjaanku banyak terutama yang berkutat ke masyarakat, aku perlu mempertimbangakn diriku sendiri. Kalau aku dalam kondisi tidak baik, aku perlu menyendiri dan menjauh dari banyak orang. Kalau aku nggak melakukan hal tersebut, khawatir orang yang ada di sekitarku yang akan menjadi dampak kurang baik.
Because, we know ourself better kan? Jadi, kita perlu membuat mitigasi buat diri kita sendiri. Nah, pentingnya punya rekan kerja yang paham kita itu sangat membantu diri kita banget dalam kondisi yang demikian. Kadang, ia yang akan menggantikan posisi kita kalau kondisi kita sedang nggak baik. Tapi, kita tetap perlu menginformasikan dulu permasalahannya, sehingga ia bisa paham dengan kondisi tersebut.
Untuk menerapkan Work-Life balance, aku menerapkan dengan metodeku sendiri, yaitu:
- Weekend no laptop for work! Kalau nggak urgent banget aku nggak akan membuka dokumen untuk urusan pekerjaan atau bahkan laptop. Aku punya prioritas lain, di luar pekerjaanku. For example: aku melanjutkan mengerjakan tesisku, menulis, membaca, olahraga, baking time atau kumpul dengan keluarga, ikutan race, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa aku lakukan di saat weekend.
- Priority scale! Bikin skala prioritas yang mau dikerjakan dulu, terutama saat weekdays atau hari kerja. Seumpama kerjaan itu datang di hari Sabtu, sampaikan bahwa apakah bisa dilakukan di hari Senin atau nggak? Bilang aja, ada agenda lain yang perlu dilakukan di weekend atau punya skala prioritas yang lain. Tapi, saat hari Senin tiba, jadikan kerjaan yang datang di hari Sabtu itu paling atas buat diselesaikan yaa.
- To do list! Nah ini penting banget sih. Aku biasanya ngelakuin cuman di hari kerja supaya nggak lupa apa yang mesti dikerjakan dulu. Setelah selesai baru bisa conteng check list nya dan itu bikin bahagia. Berasa semua kerjaan itu udah diselesaikan, meskipun padahal juga masih banyak kerjaan yang perlu dikerjakan. Tapi, karena udah menentukan skala prioritas itu jadi kebantu dan akhirnya nggak overwhelmed.
- Respect to others! Kuncinya ini, kalau kita nggak mau diganggu saat hari libur, ya kita juga nggak ngeganggu yang lainnya buat ngelakuin kerjaan itu. Paham sih, biar nggak lupa atau memang lagi diperlukan banget tapi tetep with permission sih kalau kataku. Minimal dengan bilang "Maaf yaa ngeganggu waktu weekendnya atau cutinya. Tapi biar nggak lupa dikirim sekarang... dan bla bla lainnya". Ini tanda bahwa kita respect sama orang yang dia bener-bener lagi pengen punya waktu bareng sama keluarganya.
- Say No! Jujur ini susah buat people pleaser like me. Tapi, sekarang aku lebih bisa menerapkan karena aku tau prioritas yang aku bangun di diriku sendiri. Enggak semua hal harus kita iyakan, tapi tetap bisa dipilah mana yang perlu kita bilang tidak dan iya dalam kondisi tertentu. Tapi, jangan keterusan yaa. Why? Karena kalau kita pun banyak kerjaan, yaa ngapain bilang iya kalau itu nggak wajib buat kita kerjain di waktu yang bersamaan? Ingat, you are not a robot, you're just a human.
- Draw a line in the sands! Ini sering terjadi kalau kerjaan kita numpuk, karena kita nggak bisa ngebatasin itu. Multitasking itu perlu, tapi kalau berlebihan waaah bisa sakit mental. Beberapa ada yang lebih senang push their limits buat challenge mereka. Tapi, pelan-pelan yaaa kalau mau melakukan tantangannya itu. Ada saatnya dimana kamu bisa push your limits kok, nggak perlu ngoyo. Because everyone has their limits.
- Doing your hobbies! Biar bisa bahagia dan punya energi buat menghadapi segala hal di luar hobi kita ini.
So, good people. Kadang aku pun ngerasa "Aku egois banget nggak ya dengan melakukan hal-hal demikian?" Tapi aku juga perlu, supaya aku bisa menyeimbangkan segala hal yang ada di tubuhku baik secara lahir maupun batin. Burn out ku sendiri terjadi saat bersamaan kerjaan menumpuk dan harus menyelesaikan tesisku yang harus diselesaikan ini. But, it's okay! While I'm doing this, I have to make it mindfulness [I tried and still try].
One of important things that you should do is just being you, good people! Kita hanya mengupayakan yang baik untuk diri kita supaya baik juga ke orang lain, meskipun memang belum tentu juga itu terjadi. Tapi kita perlu mengupayakan kesehatan kita lebih dulu. It's not about "ah gitu aja cemen" tapi perlu bener-bener menyeimbangkan dari yang terlihat maupun nggak terlihat di orang lain yaa..
Thanks for reading good people!
-vidahasan-
