28 October 2017

Bintang Kelas III

Tulisan ini saya persembahkan memang untuk terkhusus anak-anakku kelas III di SDN 005 Sebatik Tengah. Mungkin jika tidak bisa kalian baca, orang lain yang akan dapat membacakannya. Mungkin kelak, mungkin nanti, atau entah kapan tiba-tiba kalian menemukan tulisan Ibu Guru kalian ini.

Sebatik, 18 Juni 2016

Dear anak-anakku,

Sudah 6bulan kita lalui bersama. Apa yang Ibu rasakan mengajar kalian adalah sesuatu hal yang tak pernah ibu sangka-sangka. Ada rasa kebahagiaan tersendiri, meskipun memang sesekali kalian sering ribut dan bahkan sangat sulit untuk diatur. Wajar saja, kalau ibu kira, itulah kalian, jadi ada pemakluman yang wajar yang dirasakan oleh Ibu.

Cepatnya waktu bergulir, sudah 1 semester rupanya kita lalui bersama-sama. Kadang canda tawa itulah yang slalu membereskan butir-butir kepenatan, ruas-ruas kemarahan, kalian yang selalu meredamnya. 

Ada gelak tawa yang tak pernah surut, ada khas candaan yang tak pernah redam. Senyuman kalian mengembang seperti roti yang sudah dibubuhi bubuk backing powder. Ah, banyak sekali hal-hal manis yang telah kita lalui. Jika dikata, ini bukan surat perpisahan kita, ini hanya surat pesan yang ingin disampaikan seorang guru namun susah untuk diungkapkannya secara langsung.

Anak-anakku kelas 3,

surat pesan ini tertulis karena ibu mungkin hanya akan mengajar kalian tidak secara intensif seperti hari-hari lalu yang pernah kita lalui bersama. Hanya, kadar pertemuan kita akan jarang, namun jikalau kalian mempunyai penat kesulitan, datanglah dan sampaikan minta tolong kepada Ibu. Ibu akan slalu membuka tangan ini untuk kalian.

Ibu masih ingat, ketika awal pertama kali masuk ke dalam kelas. Kalian duduk terdiam sembari malu-malu, iya wajar saja mungkin masih pertama kali berjumpa untuk meredam rasa malu itu pun seperti agak sulit untuk dilakukan. Tidak apa, ibu paham. Mulai dari perkenalan kita, mulai dari tegur sapa kita, ah sepertinya ketika mengingat itu kembali ada rasa ingin mengulang. 

Menceritakan tentang pengalaman menyenangkan kalian masing-masing, bahkan belum ada 1 minggu mengajar ibu sudah diajak berkeliling hingga balik bukit untuk berenang bersama dengan kalian. Rasanya jauh sekali dari kepenatan bahkan ada hal-hal yang di kota belum ibu dapatkan. Ada momen yang ketika bermain bersama kalian lalu mengingat kembali seperti semasa waktu dulu masih seumuran kalian. Bermain bersama kalian seperti bermain dengan kawan-kawan semasa dulu. Bahkan, ada rasa haru dan iri "kenapa ibu tidak ditakdirkan untuk selalu menjadi kecil dan bermain bersama kalian?" Iya, hanya saja ini semua sudah kuasa dariNya, tidak perlu disesali bahkan lebih disyukuri kembali.

Sekalipun tidak seumuran dengan kalian, jiwa-jiwa ibu masih ada kebocahan yang rasanya ingin t rus bermain-main dan belajar hal-hal baru. Iya, sama seperti kalian. Semoga kalian selalu sehat ya anak-anakku dan tetap menjadi anak hebat yang berprestasi. 


Salam hangat selalu dari ibu guru kalian.
--Ibu Pida--
Share:

2 comments: