4 August 2013

Hallo 23 (4.August 2013)

Alhamdulillah Gusti, terima kasih telah diberi kepercayaan untuk menginjak di umur ini. Terima kasih karena terus dan terus tiada henti-hentinya memberi kejutan selama 22 tahun ini. Ini umur yang agak sedikit rawan sebenernya. Rawan untuk ditanyakan "sekarang kerja dimana?" "kapan nikah?" "sudah ada calonnya?" duh. Lalu bagaimana dengan umur yang setelah-setalah umur 23 tahun ini? :)

Umur ini adalah berkah, karena di umur ini, saya benar-benar harus bisa menjamahi kehidupan yang benar-benar hidup. 22 tahun sudah, ayah ibuku berpeluh kesah memberikan perjuangannya memberikanku nafkah lahir dan batin agar aku bisa melanjutkan sekolahku. Di umur ini, mudah-mudah aku sudah bisa berdikari, bisa membahagiakan ayah ibu.

Gusti, umurku bukan bertambah, umurku semakin berkurang. 22 tahun lalu sepertinya kehidupanku kurang bersyukur padamu. Iya kan? Ampuni aku Gusti. Betapa sombongnya aku, betapa angkuhnya aku, padahal Kau slalu memberiku kebahagiaan yang tak ternilai. Memberikan kejutan-kejutan yang terkadang itu semua di luar batas alam bawah sadarku, yang terkadang membuatku tidak percaya, bahwa ini benar-benar hadiahMu. Matur Numun Gusti Allah.

Umurku semakin mendekati bau tanah, tanah yang sesungguhnya adalah "rumah" sesungguhnya. "Rumah" masa depanku. Aku hanya ingin, slalu diberi sehat, slalu diberi nikmat, slalu diberi syukur yang tiada terhingga padaMu untukku, untuk ayah ibuku dan untuk adik-adikku serta saudara-saudaraku. Sungguh, tanpaMu aku bukanlah apa-apa, namun bersamaMu aku sungguh menjadi segalanya.

Ya Allah Gusti, terima kasih pula, rasa syukurku yang tak terhingga ini, karna sekali lagi Kau memberikan hadiah yang luar biasa. Kau memberikanku kesempatan untuk berpetualang di negeri orang, menginjakkan kaki di negeri impian (kedua setelah rumahmu). Sungguh, benar-benar sungguh tanpaMu aku tak bisa apa-apa. Meskipun keberangkatan kemungkinan terundur, tapi impian itu sungguh sudah ada di depan mataku.

Ya Allah, berkahilah, ridhoilah perjalanan kehidupanku agar aku bisa membahagiakan ayah ibu, agar kelak suatu hari pun aku bisa melangkahkan kaki-kaki mereka bertandang ke rumah suciMu dengan sisa-sisa jerih payahku. Iya kelak.

Ma, Pa aku yakin Bapak sama Mama slalu mendoakan yang terbaik untukku. Terima kasih atas pengorbanannya selama 22 tahun ini. Terima kasih :')


Love~ Vida

-Atap Biru 4.August 2013-
Share:

1 comments:

Andi AF Studio said...

duuuh anak mama, hehehe..

blognya sudah saya follow, jalan-jalan yuk ke Andy Online, sekalian follow juga ya.. :)

salam kenal..