13 August 2013

Iya Bisa Jadi

Hallo atap biru,

entah apa yang terjadi padaku hari ini. Kalut, iya galau, iya kecut ya rasanya asam manis kecut gak karuan seperti halnya permen nano-nano yang rasanya terkadang bikin meledak di lidah. Entah apa yang harus aku sampaikan. Apakah aku harus bilang "yes, I'm really fine now or not so bad or heute ist ja sehr nicht gut fuer mich, einbischen stressig." Kalimat terakhir kalo mau dibahasa Inggriskan bingung, jadi yang tidak mengerti biarkan saja tak mengerti, yang mengerti sungguh Alhamdulillah Wasyukurilah.

Aku pikir, aku mendapat kado spesial di bulan agustus ini, aku mendapat berkah yang luar biasa tidak ternilai harganya, aku mendapat sesuatu hal yang slalu aku impikan dari dulu. Dan memang benar impian itu bisa membawa diri kita menuju ke kenyataan. Pada hakikatnya, ini semua berawal dari yang namanya mimpi. Mudah-mudahan ini benar-benar bukan mimpi dalam tidur.

Pergi ke tempat yang dulu paman Hitler pernah menjajah adalah salah satu impian. Awalnya merasa tidak yakin, karena aku merasa aku tidak sepintar seperti "mereka" yang slalu disayang, dimanja, dan dipuja-puja oleh "mereka". Aku tak mau menyebut siapa "mereka" itu. Yang jelas aku fikir, aku merasa minder bahwasanya aku tak akan pernah menginjakkan kaki di negeri Panser ini. But, I think the dream is really comes true. For the first, I think, this is just dream but no, this is not dream, this is the real. I go throw to Germany. Really!!!

So, today, tidak hanya hari ini. Dari beberapa bulan lalu sudah mengurus visa dan macem-macem lainnya. Menunggu sekian lama, menjaga telepon selulerku barangkali dia berdering, barangkali saja bagian visa di kedutaan memberi kabar bahwasanya visaku untuk ijin tinggal lebih dari 3 bulan di Deutschland telah keluar. Menunggunya seperti menunggu jodoh yang tak kunjung datang. Tapi mungkin jika berjodoh nantinya pasti akan bertemu, jodohku sudah dipersiapkan sama Allah. *kok lari ke biro jodoh*.

Iya. Tepat tanggal 7 August 2013 aku pun mendapat email dari Botschaft bahwa visaku telah keluar. Rasa-rasanya percaya gak percaya tapi memang sepertinya harus percaya agar aku memang benar-benar telah mengurus visa sudah sejak 2 bulan yang lalu. Itu pun tidak lepas juga dari pertolongan tangan-tangan Allah yang slalu membantuku di setiap waktu.

Mamiiku yang baru sebenarnya orang Turki, namun beliau telah sejak lama tinggal di Deutschland hingga pada akhirnya beliau pun tinggal di Deutschland. Es ist ja sehr interessant. Wuensche, sie sind sehr nette Personnen. Beliau slalu membantuku mengurus segalanya, beliau sabar sekali (kalo aku pikir), dan beliau adalah pejuang yang hebat jika aku mendengar suara beliau yang humoris, kocak, dan liebvoll.

Banyak hal yang ingin disampaikan tentang mami baruku. Anyway, may be next time I will explain about her. I just wanna talk something about her little by little. I think, I will writing about may journey, about my destination in Germany someday. I just wanna tell about a wonderfull life in another country, culture, people, and others. :')

Regards
Vida Hasan
Share:

0 comments: