Siapa yang gak sabar denger perjalanan selanjutnya. Perjalanan yang bagi saya sangatlah panjang. Bertemu dengan orang berbeda dan budaya yang berbeda juga. Iyaap banyak hal yang terjadi di Hong Kong yang bikin saya bingung bukan kepalang. What about? About their language. Ah sangat-sangatlah unik dan membuat saya semakin menjadi-jadi bingungnya (eh betewe, ada yang protes gitu kalo saya pake gue-lo di postingan selanjutnya. Jadi ini agak sedikit formal tapi tetep berkesan santainya) :p dan postingan sebelumnya juga belum saya masukin foto-foto petualangannya kan? Tunggu yaa nanti saya masukin kembali.
Well, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan Jakarta-Hongkong dan itu buat diri saya bosan karna hanya berguling-guling di dalam pesawat. Bukan guling beneran, but guling-gulingan, cuma duduk dan cuma tengok kanan-kiri. Untungnya, the first flight dikasi tempat deket jendela jadi no problem menurutku. Udah gitu sebelah kanan ada mas bule yang ganteng, jadi gak begitu membosankan juga jadi bisa tepe-tepe gitu :p aaaak pokoknya mah top ceeerrr deehh..
Oke, sesampainya di terminal 1 bandara Hong Kong (lupa nama bandaranya apa), bingung asli bener-bener bingung, bingung bahasa mereka, tapi untung berhenti sesuai dengan terminal keberangkatan dari Hong Kong-Londong (terminal 1). So, itu sedikit memudahkan bagi saya. Agak berjalan sedikit, saya mencari penukaran tiket pesawat untuk pesawat British Airways, awalnya saya muter-muter dan tentu saja bertanya dengan security setempat. Saya tanya pake bahasa Inggris, tapi mereka tidak paham, lalu saya kasih tiket online saya ke mereka dan mereka paham terus langsung menunjuk ke arah yang akan saya tuju. "ah British Airways there, there"-- "oh yes, yes, thank you" dan taukah kamu, itu adalah pertanyaan saya yang kedua sama security setempat. Pas saya tanya sama security pertama di pintu keluar, dia (laki-laki) malah ngalihkan dan bertanya sama temennya (security) yang lain, sambil "njawil-njawil" pundak temennya itu. Aku cuma bisa mikir sih, duh, ini international airport loh, seharusnya mereka bisa berbahasa Inggris atau setidaknya paham, ternyata masih mending di Indo sih, rata-rata jago berbahasa Inggris. Tapi yasudahlaaah hahhahha Oh iya, pas nanya pertama sama security karna aku pake jilbab, mereka langsung check gitu pake alat (gak tau namanya apa) pokoknya alat deteksi kaya bom gitu. Double cek meeeennn... Dan saya bingung, haruskah? ah mungkin memang sudah aturannya demikian hehhehhe...
Terus saya lanjut perjalanan cari loket British Airways, dan weiss du? di loket ketemu sama orang Indonesia (oooohhh saya cari-cari orang Indonesia yang penerbangannya sama seperti saya ke London ke arah Londoooon) hahhahha seneng banget rasanya. Soalnya gak ada temen gitu di perjalanan, tapi kami beda tempat duduk akhirnya. Mereka rombongan anak sekolah kelas 3 (gak tau sekolah mana) dan mereka mau student exchange di Washington dan transitnya samaan seperti saya di Hong Kong dan di London (sebenernya mereka juga naik Cathay Pacific). Ohh kereeeeen :D
Dan apa yang terjadi? Saya berjumpa kembali sama mas-mas ganteng hahhhaha tapi mas gantengnya gak liat :p (cuma iklan). Petugas loket British Airways langsung ngecek paspor dan tiket online saya, lalu langsung dia tukar tiket penerbangan Hong Kong-London, London-Hannover. 2 tiket langsung saya dapat. And you know, setelah saya dapet tiket, saya duduk-duduk sendirian dan bener-bener seperti orang ilang. Polos, dan tentunya diliatin banyak orang di sana. Hahhaha (kein Problem). Sejujurnya, saya menunggu anak-anak yang tadi mau ke Washington, tapi karna mereka lama akhirnya saya pura-pura tidak tahu-menahu (sok jaim meeeen) hahhaha, dan you know, sebenernya saya juga gak tau setelah dapet tiket saya harus berjalan kemana hahhahhhaha (so pity you are, dut!). Saya duduk dan sambil membaca petunjuk-petunjuk yang sudah terpampang di bandara, and theeennn gara-gara mas bule tadi jalan di depan saya, saya ikutin deh mas bulenya hahhha ternyata di sana ada tulisan transfer passenger *kenapa gak daritadi coba liatnya* ahhahha -___- untung ada mas bule ganteng gitu (teteeeep) hahhahhha akhirnya antrilah saya di pintu check in for transfer passengers.
Semua tas, handphone, sabuk, saya taruh di bak plastik gitu, yang paling ribet itu cek sabuk. Harus dilepas setiap kali ada pengecekan. Pffftt -___- Tapi daripada dapet masalah mending ya saya lepas saja. Dan pas tiba giliran saya, ada seorang petugas keamanan yang melihat saya, dan dia shock. Awalnya saya gak tau kenapa dia shock seperti itu, ouch ternyata karna saya pake jilbab dan dia gak bawa security check buat kepala terus dia panggil temannya. Duh ada-ada sahajaaa.. hahhahha Dan pas uda keluar pintu security check, langsung saya ambil barang-barang saya dan saya kenakan sabuk saya langsung di deket pintunya, eh si petugas keamanan marah-marah dan dorong saya. Hupfalaaaahh hahhahha iya secara, saya pergi sendirian, tak ada siapapun, bawa barang bejibun begitu, macam mana pula gak jadi tontonan. Terus pake jilbab (mungkin) udah gitu item, kucel, dekil, aneh hahhaha jadi tontonan warga se-airport :p
Langsung deh saya melangkah menuju gate yang sudah di kasih sama petugas loket (sesuai yang berada di tiket). Di tiket gate tertulis gate 17 dan saya dengan santai duduk di kursi dekat dengan gate 17. Cukup lama. Eh saya liat ada bule duduk di depan komputer, dan ternyata ada internet service dan saya pakelah dengan sewenang-wenang, sekedar memberi kabar yang berada di Indo. Soalnya, pas saya duduk-duduk terbingung-bingung tadi, bapak saya telfon dari Indonesia, pulsa saya mah masih banyak, tapi beberapa menit kemudian, tiba-tiba mati dan pulsa saya malahan yang kena. Ohhhh Leider! Mungkin bapak saya emang pengen denger suara saya, apakah anak gadisnya baik-baik saja? --vida baik-baik saja pak-- :) *back to gate* ahahhha saya tinggal baran-barang saya di ruang tunggu di gate 17, karna saya fikir, pasti tidak akan ada yang mengambilnya :p Setelah sekitar satu jam saya menggunakan internet service (gratisan), saya kembali duduk, and you know, saya cek lagi tiket pesawat saya, tapi ada yang berbeda dan mengherankan. Gate sudah cocok tapi kenapa nomer penerbangannya berbeda? Duh bikin deg-degan. Tapi itu turunnya samaan di London Heathrow. Trus saya bertanyalah sama petugas (pake Inggris) "excuse me, is the flight number same? Why in display have a different flight number?"-- "oh I'm sorry. This number is false, I will change the display"-- "oh oke, thank youu.." Dengan santai saya kembali ke tempat duduk, dan beberapa menit kemudian antrian panjang terjadilah di gate 17. Karna banyak yang mengantri, terjadilah saya ikutan mengantri. hahhah
Tiba giliran saya pengecekan tiket. "ah.. here is no here (sambil nunjuk nomer penerbangan) but here is there. You know?"-- "oh, yes yes I see. Thank you" Cuma gitu aja sih tanya jawabnya --" berjalanlah dengan membawa barang bejibun ke arah gate 18. Ternyata anak-anak sekolah tadi sudah berada di gate 18. Mereka sudah duduk bersantai sambil foto-foto di sana dan saya tetap seperti orang ilang hahhahha mungkin karna emang sendirian di negeri antah berantah yang saya sendiri pun tak pernah menginjakkan kaki di sana. Oh maaaaan hehehhhe.. Maklum lah, sendirian dan pertama kali (bener-bener pertama kali) bepergian dengan pesawat. :D
Di sela-sela menunggu penantian panjang ceileeeh maksud saya sih di sela-sela menunggu waktu penerbangan berikutnya, tiba-tiba ada seseorang yang melihat tanpa berkedip ke arah saya. Awalnya saya gak ngerti, trus saya langsung menghadap ke arahnya, and then she asked "Dari Indonesia ya mbak?"-- "Iya, mbaknya juga dari Indonesia?" -- (mungkin mbaknya mikir iyalah gue dari Indo, nanya aja pake bahasa Indonesia gini) iya mbak". Terus mbaknya tiba-tiba berjalan ke arah saya dengan senyum riang gembira, mungkin karna sedari tadi dia duduk tapi gak ada orang Indonesia lewat, hingga seperti demikian (so wie ich vielleicht) hahahha.. Terjadilah sebuah percakapan singkat dengan mbaknya tadi sebelum saya melanjutkan penerbangan. Begini...
- "Mbaknya mau kemana ya? Mau balik Indonesia ya?"
+ "Heheh nggak mbak. Ini saya juga dari Indonesia baru nyampe Hong Kong, cuma numpang transit doang di sini. Lha mbaknya mau kemana?"
- "Saya bingung mbak, dari tadi saya duduk terus saya bingung mau tanya sama siapa. Ini saya harus kemana ya buat penerbangan Hong Kong-Jakarta? (sambil nunjukkin tiket pesawatnya)"
+ "Oh...(sok-sok-an ngerti padahal gak ngerti hahhah) biasanya sih menyesuaikan sama gatenya mba (sambil cari-cari gate di tiket pesawatnya), ini saya tau pesawat saya di sini karna uda tercantum gatenya gitu..Tapi kok gak ada ya di tiketnya?"
- "Nah itu, saya sendiri juga bingung kok. Emang mbaknya mau kemana? Sama siapa?"
+ "Mau ke Jerman mbak heheh.. sendirian nih saya, tak ada teman yang menemani. Padahal baru pertama kalinya loh saya naik pesawat dan langsung perjalanan jauh (sok kalem padahal takut)"
- "Wah lah kok berani-beraninya? Mbaknya TKI di Jerman ya? Atau gimana? Kok keren?"
Saya, "(Sudah saya duga pasti akan ada yang berkata demikian --" dan jujur saya bingung ngejelasin sama mbaknya gimana dan akhirnya) wah bukan mba, saya mau menuntut ilmu di sana, makanya saya ke sana".
+ "Owalah, S2 ya mbak? Lha emang mbaknya bisa bahasa mereka?"
- "Hehehh nggak juga mbak, makanya saya mau belajar bahasa mereka di sana. Di Indonesia cuma ambil teori tapi praktiknya kan belum dapet".
+ "Oh.. kuliahnya dulu ambil apa emang?"
- "Ambil bahasa Jerman mbak.."
+ "Wah lah berarti tau dong bahasa mereka?"
- "Heheh tau dikit mbak (saya mengalihkan pembicaraan). Lah mbaknya ngapain di Hong Kong?"
+ "Saya sih TKI di sini mbak. Kerja di Hong Kong".
- "Lah kok pulang? Emang uda berapa taun di Hong Kong?"
+ "Baru beberapa bulan di Hong Kong. Nggak betah saya di Hong Kong. Kerjaannya berat. Seharian dan istirahatnya kurang. Gajinya emang besar, tapi tuntutannya banyak".
- "(manggut-manggut sok tau) wah keren tapinya mbak hehehhe banyak ya mbak TKI di Hong Kong?"
+ "Wah gak cuma banyak lagi mba. Udah bejibun gitu TKI di Hongkong".
- "Oh ya? Tapi kan enak banyak dari Indonesia. Jadi gak kerasa sendirian tinggal di negeri orang".
+ "Nggak juga mbak. Berat kerja di Hong Kong. Gajinya kadang naik turun sesuai kurs rupiah kalo pas mau di rupiahin".
- (yaelah si mbak ini. Namanya juga uda beda negara meskipun satu benua mah tetep aja lah). Wah sama mbak sama euro. Euro juga gitu naik turun gak jelas hahahhha"
+ "Eh, mbaknya kok diliat gak kaya orang bingung ya di sini. Padahal baru pertama kali naik pesawat dan sendirian pula. Saya sudah 3 kali bolak-balik naik pesawat dan turun di bandara yang sama pun lupa-lupa terus. Kok bisa sih mbak?"
- "wahahhah saya juga gak tau mba yang penting ngikutin petunjuk sama banyak tanya sama petugas jadi gak tersesat dan toh lagian masih satu terminal satu bandara pulak. Ngga ngerti deh besok di London bakalan ribet apa nggak. Dan yang paling penting, kalo emang mau sok-sok an tau juga gak papa kok mbak. (Dihalalkan dengan segala cara :p)"
+ "Mau sok-sok an juga tetep aja masih bingung. Rata-rata pake bahasa Inggris atau Mandarin gitu jadi saya gak paham".
- "Lah kemarin kerja pake bahasa apa mbak?"
+ "Pake bahasa Mandarin mbak. Tapi ya cuma yang buat keseharian aja.. Gak semuanya. Cuma *°!§$%&/()=?`:; (wacau-wacau)".
- "Nah itu bisa? Kenapa gak nanya sama petugas dimana gate yang ke Indonesia?"
+ "Takut mereka gak paham dan saya juga gak paham bahasa Inggris".
- "Yang penting tau dulu dimana gate yang buat ke Jakarta mbak. Sebisa mbaknya aja. Dan sekarang saya harus ikut masuk ke antrian. Duluan ya mbak".
+ "Mbaknya sekarang mau pergi? Yasudah, hati-hati ya mbak. Semoga sukses".
- "terima kasih mbak.."
Sekilas komunikasi saya dengan seorang TKI di Hong Kong, oh iya, itu TKI aslinya Brebes (sebelahan sama kampung saya) hehehhe pantes sih, dialek Brebesnya masih keliatan banget gitu. Seperti itulah, perjalanan saya menuju negeri Panser dan transit di Hong Kong. Banyak hal yang bisa diambil dari percakapan saya dengan mbak (gak tau namanya siapa), karena setidaknya dia telah membuat saya untuk selalu berpikir bahwa hidup itu tidak selalu manis.
Seperti yang seorang teman bilang, ada manis pahit dalam kehidupan. Karna kehidupan itu gak selamanya manis, butuh proses untuk menikmati manis. But, when you always pray to our God, you will get enjoy for your life. That's it!
~Hong Kong, 20.August 2013~
0 comments:
Post a Comment