13 July 2013

Ini Cobaan :)

Who says? Bulan Ramadhan kaya gini setan-setan dibelenggu, hawa nafsu disave, dan segala amarah tidak boleh ditonjolkan. Bukan. Bukan karena saya marah, tapi saya hanya ingin mengutarakan yang memang harus saya katakan. 

Well, senin kemarin orang-orang satu kampung mungkin pada geger dengan tragedi yang tidak mengenakan. Pada ribut gegara pakde dan bapak saya beradu mulut. Bukan beradu mulut yang seperti lainnya tidak mau kalah satu sama lain. Bukan seperti itu. Tapi beradu mulut karena memang ada yang salah di sana. Bapak saya ngamuk, gegara saka tiang bangunan yang seharusnya sekarang masih berdiri kokoh di sana, yang seharusnya untuk di bangun atap untuk keperluan masjid dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dia, pakde saya sendiri. Saya bingung harus bilang, apakah pakde saya ini jahat? Atau pakde saya serakah? Atau bagaimana? Wallahua'lam.

Jadi begini, saat ini mungkin keluarga saya sedang mengalami banyak cobaan. Saya ingin mengeluhkan kepada orang lain pun sepertinya sudah tidak ada guna lagi. Kepada siapa harus mengeluh? Iya kepada Gusti Allah, cuma Dia yang satu-satunya bisa memberi isyarat untuk umatnya. Apalagi dengan datangnya masalah yang seperti ini, yang lebih dominan dengan mempertahankan harga diri masing-masing. Dalam hal ini entah yang benar mana, yang salah juga mana, yang jelas sama-sama gak tau aturan mainnya. Main nyerobot kayak orang yang antri di pom bensin aja.

Keluarga saya sedang diuji kesabarannya sama Gusti Allah. Dinikmatin aja punya saudara, punya pakde yang sebegitu bencinya sama bapak saya. Iya dinikmatin aja seperti ini. Dinikmatin juga, karena banyak orang yang menggunjing tentang bapak saya, yang mereka pun tidak tahu persoalan yang sebenernya. Hanya asal nyeletuk, hanya asal ngejudge, gak dikroscek dahulu kebenarannya. Mungkin uda termakan, dan terprovokatori oleh "beliau" yang ingin disegani oleh masyarakat sini.

Biarkan saja terus seperti ini. Saya hanya ingin berkicau di blog saya, dan jikalau ada yang baca silahkan baca dan beranggapan bahwa saya mengumbar-umbar aib seseorang. Saya tulis di blog karena saya pun tidak tahu harus bercengkerama kepada siapa, lagi untuk mengutarakan ini semua. Gusti Allah insyaAllah selalu membantu saya kok. Dalam sholat, saya slalu berdoa semoga "beliau" diberi kelapangan hati, semoga "beliau" diberikan kesabaran, semoga "beliau" jembar kuburannya nantinya, semoga "beliau" mendapatkan hidayah dan dapat berkata dengan selayaknya. Semoga ya Allah semoga. :)

Biarkanlah anjing menggonggong kafilah pun tetap berlalu. Biar saja mereka menikmati gunjingan-gunjingan mereka, dan Allah pasti akan membalas semuanya. Wallahua'lam. Lapangkan segalanya Gusti... aamiinn..
Share:

0 comments: