Dear papa,
Hi Dad, how are you today? I hope may Allah always bless you everyday, everywhere and everytime.
Pak, surat ini vida tulis untuk Bapak seorang. Untuk berucapkan terima kasih yang paling dalam karena Bapak selalu memberikan suatu hal yang baik buat keluarga dan diri Vida sendiri. Bapak, Vida tahu, 20 tahun selama Vida hidup didunia Vida belum bisa membalas apa-apa untukmu. Hanya sebuah ucapan terima kasih yang bisa Vida berikan, tiada materi yang Vida ganti selama 20 tahun itu. 20 tahun seharusnya adalah waktu yang tepat dimana seorang anak harus bisa membalas semua kebaikan yang telah kau beri.
Bapak, maafkan Vida karena selama Vida hidup 20 tahun masih ada saja kesalahan yang Vida lakukan untukmu. Berbohong dan membangkang apa yang telah dikatakan olehmu. Ingat sekali saat Bapak mencambuk pantat Vida gara-gara Vida gak sholat, atau kalau tidak sekali tidak sholat Vida dan Mirza harus dapat hukuman 10 kali dijepret pake karet gelang yang betapa luar biasa sakitnya itu. Sampai Vida menangis seharian, mengurung diri di kamar dan tidak mau makan sama sekali, menganggap bahwa seorang Bapak Hasan Barudin adalah sosok yang sangat kejam, yang suka memukuli anak-anaknya dan tidak menyayangi anak-anaknya. Tapi rupanya Vida sadar, vida baru sadar, apa yang telah Bapak lakukan selama ini adalah untuk kepentingan dan kebaikan anak-anaknya, agar Vida, Mirza dan Aghiel bisa disiplin bisa menjadi panutan nantinya. Subhanalloh… kau sungguh seorang Daddy yang luar biasa, berani mengambil sikap dan tegas.
Kenangan manis bersamamu sungguh tak akan pernah bisa dilupakan hingga akhir hayatku nantinya. Ingat juga, kalau Vida pulang ke rumah, pasti tidak akan pernah melewatkan obrolan sore denganmu di teras rumah. Karena, kau tempat menampung segala gundah gelanaku, kau tempat dimana aku bisa berkeluh kesah ketika Mama belum pulang kerja. Aku bisa memeluk sosok seorang laki-laki yang sangat aku jadikan pahlawan itu, It's You Daddy, It's You… I Love You So Much… ah ya… masih ada yang Vida ingat. Pas kelas 3 SD, kebetulan kantor Bapak deket sama sekolah Vida kan? Iya kan? Trus kalo pulang sekolah, Vida selalu mampir ke kantor biar bisa pulang bareng. Tapi pas kelas 3 SD dengan bangganya Vida bilang, Vida kan bukan anak TK lagi Pak, jadi Vida bisa pulang ngangkot kan bareng sama temen-temen yang lain? Dan jawaban Bapak adalah, belum boleh, Vida masih terlalu lugu untuk naik angkot sendirian, so… tunggu kelas 4 SD aja ya pake angkotnya. Vida nangis Pak saat itu, karena Bapak gak bolehin Vida buat pake angkot sendiri, padahal Vida pengen belajar yang namanya mandiri dan tidak bergantung lagi sama Bapak. Akhirnya Vida manut dengan keadaan terpaksa dengan hati yang masih menggerutu “emang Vida anak TK yang masih harus dibina terus apa?” Oh No… kata-kata itu kalau Vida ucapkan didepanmu mungkin kau hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum kecut saja. Yah… siapa si anak yang gak tau pasti gimana ekspresi Daddynya kalau anaknya berkata seperti itu? *pengaruh sinetron tersanjung Pak…* hehehe :D
You know, I grew up now… tumbuh menjadi seorang gadis dewasa yang ada kalanya bisa merasakan yang namanya jatuh cinta Pak. Vida tau kok, Bapak belum ngijinin Vida sama yang namanya pacaran. Hahaha… itu emang prinsip Vida, gak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan kerja, but terkadang prinsip juga bisa berubah kan ya Pak? (hehehe :p) Siapa tau itu hanya emosi Vida sesaat, masa iya dari yang namanya TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai kuliah pun Vida belum pernah sama sekali yang namanya merasakan pacaran lhoo Pak… sampai detik ini Vida menuliskan surat ini pun, Vida belum pernah menjajah dunia pacaran. Vida manut kan sama Bapak? Inget kok pesennya Bapak, “Dilarang pacaran sebelum lulus kuliah dan kerja” tapi tau gak pak, dengan prinsip yang Vida pegang tersebut pada akhirnya memunculkan banyak pertannyaan dibenak temen-temen Vida. “jangan-jangan kamu lesbi ya Vid? Jangan-jangan kamu gak suka cowok ya Vid? Apa kamu trauma? Atau gimana?” hahaha pertanyaan-pertanyaan itu sudah biasa terdengar ditelinga Vida Pak, jadi Vida mah anggepnya biasa saja kok. Terus nih yaa, sekalinya Vida naksir sama cowok pasti mereka pada nanya à waahh dirimu normal juga tho Da? Bisa suka sama cowok juga tho? Gubrak!! Anggepnya Vida ini beneran lesbian kali yaa.. hahaha :p Tapi itu engga beneran kok Pak, Vida masih waras dan normal. Hehehe :D
Bapak, mungkin Vida gak pernah bilang 'I Love You' secara langsung dihadapanmu, kenapa? Karena Vida takut, Vida dibilang ngegombal dan ngerayu Bapak, padahal enggak sama sekali lhoo… haha Beneran enggak tahu kenapa, Vida takut kehilangan Bapak khawatir kalau Vida diperantauan orang ternyata Bapak sakit dirumah, takut belum bisa ngebahagiakan Bapak. Apa Bapak sudah merasa bahagia dengan apa yang dilakukan Vida ? (emang Vida ngelakuin apa buat Bapak?) masih nol kebaikan yang Vida perbuat untuk Bapak, belum ada sama sekali. Kuliah masih pake uang Bapak, uang jajan juga masih pake uang Bapak, kalo habis masih saja sering minta-minta “Pak, duit Vida habis, soalnya buat bla bla bla..” banyak alasan yang terucap dari mulut tapi tidak lewat hati. Selalu bohong itulah yang Vida lakukan padamu, padahal Vida tahu kau selalu berbuat apapun demi Vida demi keluarga. Kau adalah seorang sosok suami yang tangguh dan benar-benar menjadi panutan keluarga.
Daddy, terima kasih terima kasih. Selalu memberikan kebahagian baik sedih suka maupun duka. Anakmu sekarang sudah beranjak dewasa, ingin sekali membahagiakanmu walaupun hanya sebentar walaupun hanya tidak seberapa dengan apa yang kau berikan padaku selama ini. Daddy, sungguh luar biasa pengorbanan yang kau berikan selama ini, entah apa yang harus ku beri ketika rambut sudah mulai berubah berwarna putih, ketika raut wajahmu mulai menjadi keriput ketika nantinya kau hanya bisa terbaring dalam kasur. (Astaghfirulloh, mudah-mudahan jangan) Vida sayang banget sama Bapak, Vida mau Bapak tetap selalu ada didekat Vida, Vida beneran gak mau kehilangan Bapak. Vida belum siap, belum siap untuk kehilangan sosok sepertimu Dad…
Vida bangga memiliki sosok yang luar biasa sepertimu, menafkahi keluarga dan selalu memberikan panutan. Kalau kak lala (sang penulis terkenal lho Pak) :D inget Daddynya lewat lagu Daddy's Little Girlnya om Michael Buble, kalo Vida mah beda Pak. Vida inget selalu sama Bapak dan nangis kejer-kejer lewat lagunya Gita Gutawa featuring kak Doni 'Ada Band' Pak. Soalnya kenapa? Vida tau banget, Bapak mah gak lancar berbahasa Inggris makanya Vida pilihin lagu Indonesia saja biar Bapak tahu apa makna dalam lirik lagu itu. Hehe (piss ya Kak Lala) :p
Begini lirik lagunya Pak, bisa nyanyinya enggak ya kira-kira si Bapak ini? Haha :D
Yang Terbaik Bagimu (Ayah) à Gita Gutawa ft Doni 'Ada Band'
Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu, membuatku melambung
Disisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala, mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi, yang terbaik bagiku
Patuhi perintahmu, jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan, dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku, terbelenggu jatuh dan terngiang
Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji, takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu…
….
Doaku untukmu, semoga kau selalu dilindungi oleh Sang Pencipta dimanapun kau berada, setiap hari, setiap waktu. Dad… always Love you daddy.
Dari gadis kecilmu yang beranjak dewasa
Vida…
*ditulis tanggal 8 Februari 2011*
0 comments:
Post a Comment