31 December 2011

Bad Morning Friday


Dear Friday,
Seharusnya hari ini aku mampu tersenyum, aku mampu untuk berbahagia karena ini adalah Jumat terakhir di tahun ini. Tapi kenapa jumat ini justru selalu mengabu-abukan perasaanku. Jumat mungkin belum berakhir. Namun aku merasa akan ada hal yang berat hari ini, yang tak sanggup untuk aku melakukannya.

Friday, kamu tahu, aku selalu menginginkan dikala hujan saat itu. Hujan yang penuh dengan keberkahan, hujan yang penuh dengan kegembiraan. Hujan yang tidak seperti hujan, seperti kegembiraan yang jatuh dari langit dan memberikannya kepadaku.

Friday, mungkin setetes embun darimu hari ini bisa mendingin kan suasana hatiku hari ini. Mencairkan dan menghangatkan perasaanku hari ini. Tidak bisa kah? Agar aku kembali tersenyum untuk teman-temanku, agar aku kembali semangat untuk teman-temanku, agar aku bisa menjadi aku yang biasa dikenal oleh teman-temanku. Ada apa dengan kamu Friday? Kenapa kamu membawa suasana burukku hari ini?

Friday, seharusnya kamu muncul dihadapanku dengan baik. Seharusnya kamu bisa membuatku berproduktif seperti layaknya aku yang biasanya. Aku rindu akan kala langit cerah itu. Meski aku pun juga merindukan hujan dikala itu.

Friday, tolong buat aku tersenyum kembali. Berikan setetes saja kehangatanmu untukku. Agar aku bisa mencerahkan suasana hatiku, agar aku mampu hidup untuk Friday mu hari ini. Agar aku mampu untuk tersenyum di Friday mu tahun depan.

Terima Kasih.

Friday, 30 Desember 2011
Share:

0 comments: