18 March 2018

The Way To Believe

Assalamu'alaikum Warohamtullohi Wabarokatuh...

Dear Friends,

semoga Allah selalu memberimu kesehatan dan kenikmatan yaa... Ini adalah sebuah perjalanan hijrah saya yang meskipun memang buat saya masih cukup sulit namun tetap pelan-pelan. Alhamdulillah Allah mentakdirkan saya bertemu dengan teman-teman yang sholeh dan sholehah di komunitas Yuk Ngaji ini. MashaAllah... Melihat mereka antara malu dan mau maju, antara kagum dan takut, antara banyak sekali rasa yang mungkin dimiliki oleh orang yang ingin berhijrah di jalan Allah. Kemarin Sabtu adalah pertemuan KISI bagian ketiga yang menurut saya semakin minggu semakin berat materinya. Materinya sudah masuk ke dalam ideologi Islam. Subhanalloh...

Ada banyak nilai-nilai aqidah dalam islam yang memang saya sendiri pun belum tahu apa saja. Namun setidaknya dengan mengikuti KISI itu rasanya lebih dekat lebih dekat lebih dekat lagi untuk mencintai Islam. Saya ingat sebuah pertanyaan yang diajukan oleh kollega saya ketika saya di Jerman dulu, "Vida, coba deh, apa kamu pernah berfikir kenapa kamu bisa menjadi seorang muslim? Kamu muslim dari orang tuamu, atau kamu muslim benar-benar dari diri kamu sendiri?" Pertanyaan ini hanya bisa saya jawab dengan "Saya mencintai Islam karena orang tua juga  muslim"  jawaban yang buat saya menjadi malu pada diri sendiri.. Astaghfirullohaladzim...

Ustadz Sulaiman, pemateri KISI sempat melontarkan pertanyaan tersebut. Maka, di setiap pertemuan inilah saya menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Saya sholat 5 waktu, mengaji, berpuasa tapi apakah sudah ada esensinya menjadi muslim hanya dengan demikian? Menurut saya, ada yang sangat kurang dalam diri saya dengan sekedar sholat 5 waktu, mengaji dan berpuasa. Saya hanya melaksanakan sebagai tanggung jawab seorang muslim saja, tapi tidak tahu apa esensinya. Yang penting bagi saya adalah, saya menjalankan kegiatan tersebut supaya masuk surga. Sudah itu saja... :(( 

Maka Allah itu Maha Baik karena saya dipertemukan dengan komunitas ini. Banyak pengalaman baru yang bisa saya ambil kebaikan-kebaikan yang sudah teman-teman di komunitas ini alami. Dalam Surat Al Imron ayat 110 disampaikan bahwa "kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik", maknanya adalah bahwa Allah sudah menjadikan diri kita (umat islam) adalah umat terbaik-Nya, kenapa karena ini berkat dari suri Tauladan kita Rasulullah SAW. Beliau yang begitu mempesona menjalankan tugasnya dengan 4 sifat bukan? Siddiq, Amana, Fathanah, dan Tabligh. 

Maka, dikatakan sebagai umat terbaiknya Allah kita harus bisa mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar yang jauh dari hal-hal kebajikan. Ada 3 hal yang harus kita lakukan untuk mengingatkan saudara sesama muslim kita sekuat-kuanya iman maka lakukanlah dengan tangan, jika tangan tidak dapat maka lakukanlah dengan lisan, jika pun lisan tidak bisa maka selemah-lemahnya iman adalah hanya menggunakan hati. Cukup dirasakan saja dan mendoakannya supaya mereka mendapatkan hidayah dari Allah.

Lah Vid Vid.. baru juga kan ikutan KISI udah sok sok ceramahin segalaa... :')

Dear, saya menulis ini sebagai review diri saya dan mengupgrade diri saya kembali sebagai seorang muslimah. Saya belum menjadi sesholehah seperti yang disampaikan di atas bahwasanya kembali lagi saya juga masih belajar dengan apa yang saya dapatkan di beberapa minggu ini. Sungguhlah saya tidak bermaksud menggurui siapapun, kita masih belajar bersama-sama dalam hal yang memang belum kita ketahui sebelumnya. Manusia punya akal kan? Nah akal itu adalah sebuah potensi yang kita miliki, maka janganlah kita melakukan praduga yang belum tentu benar adanya. 

Bersyukurlah dengan apa yang sudah kita miliki dengan potensi kita, Allah itu Maha Tahu (saya yakin bahwa kau pun tahu), jadi sampai apa yang kita rasa atau kita fikirkan Dia sangat-sangat tahu. Maka, jika pun ada yang baper dengan masalah cinta kembalilah untuk mengingat-Nya. Jangan sesekali kamu terjerumus dengan si virus merah jambu yang sama sekali belum jelas mengarah kemana. Jalinlah virus merah jambu itu dengan Yang Maha Pemberi Rasa, pasti akan lebih barokah.

Jika saja islam membuatmu berat maka ingatlah kau siapa yang menciptakanmu, siapa yang menciptakan alam semesta, ingatlah mengapa kau bisa ada di dunia ini, untuk apa kau ada di sini, dan dari mana datangnya dirimu. Tidak mungkin kan jika kau menjawab "aku datang dari rahim ibuku" lalu ayah ibumu berasal dari mana? kakek nenekmu? Dipikirkan sama-sama yaaa :)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


"Jika Allah memberimu sebuah cobaan bukan berarti Allah membencimu, Allah tidak pernah membenci hamba-Nya loh. Itu tanda bahwa Allah sedang merindukanmu untuk mendekap-Nya. Maka dekatilah Dia, jangan biarkan diri kita semakin jauh. Kau tahu, sekalipun diri kita jauh ada yang selalu setia menanti kehadiran kita. Semoga kita selalu menjadi orang yang selalu berhusnudzon sama Allah" :)


-- vidahasan --
Share:

0 comments: