13 July 2014

Rindu

Seminggu sekali minimal, saya telfonan sama orang rumah. Berkeluh kesah menceritakan hal-hal yang baru yang saya dapat di sini tiap minggunya. Mungkin semacam laporan begitu kali ya.. Rasanya rindu sekali, ingin nangis ketika harus bertatap muka langsung dengan ayah dan ibu di rumah yang hanya melalui layar handphone. Iya, cuma bisa bertatap muka lewat layar handphone tanpa bersentuhan secara langsung. Rasanya, pengen sekali meluk mereka. Rindu berat. Hampir setahun lamanya saya tak berjumpa langsung dengan mereka. Sanak saudara dan tetangga, serta kerabat karib pun belum. Iya cuma satu kata. Rindu...

Mau bagaimana lagi? Keadaan lah yang menghendakinya. Saya ingin pulang, namun rasanya, untuk apa pulang? Kalo saya sendiri pun selama setahun di sini belum mendapatkan apa-apa. Teman pun belum sebanyak yang saya bayangkan. Saya hanya ingin bisa makaryo. Pulang bawan berkah buat bapak ibu di rumah, pulang bawa pengalaman yang menarik untuk dijadikan patokan biar bisa kerja di tempat yang layak. Iya, cuma itu saja.

Hal yang membuat saya selalu ingin meneteskan air mata, ketika berkomunikasi sama bapak ibu adalah ketika bapak slalu bilang, kangen saya. Iya ketika beliau berkata seperti itu. Mungkin yang bapak sama ibu rasakan, sama seperti yang saya rasakan. Ini saya kangen sekali, sudah sampai ubun-ubun. Cuma tetep satu kata RINDU. 

Rasanya emang cepet setahun itu. Tapi menunggunya begitu lama, rasa-rasanya ingin segera beralih sampai tahun depan. Rasa-rasanya ingin sekali menginjakkan kembali kaki ini di tanah kelahiran. Satu tahun ini begitu banyak hal yang di dapat, tetapi belum begitu sempurna untuk dicapai. 

Allah, sehatkan bapak ibu di rumah. Sehatkan keluarga saya dan sanak saudara saya, serta sehatkan diri saya supaya saya bisa berjumpa kembali secara langsung dengan mereka di tahun depan. Aamiin Allahumma aamiin. Doa itu yang selalu saya ucap. :)
Share:

0 comments: