15 April 2016

Pesiar ke Bukit Sion (2)

Sebelumnya saya pernah berbagi kisah saya ketika saya berpesiar ke daerah Bukit Sion. Cerita ini adalah bagian kedua dari pesiaran saya bersama dengan anak murid saya menuju bukit Sion.

Well, setelah seharian kemarin kami menelusuri hutan dan berenang di sungai bukit sion, saya kembali berjanji dengan anak murid saya untuk menuju ke atas lagi. Janji adalah janji, jadi harus ditepati sesegera mungkin. Tapi, kunjungan saya hari ini, bukan untuk berenang melainkan melakukan pendekatan lebih dalam lagi dengan orang tua yang rumahnya berada di balik bukit ini. Saya pergi lebih awal dari hari sebelumnya, karena sudah mengetahui medan menuju ke arah sana.

Terpenting buat saya adalah fisik dan mental. meskipun bukitnya memang tidak seberapa tapi karena sudah lama tidak menggerakkan kaki hingga naik ke atas sana, saya merasa memerlukan mental dan fisik tersebut. Dari awalnya ragu, saya pun yakin untuk bisa melanjutkan perjalanan hingga ke rumah mereka yang berada di balik bukit tersebut.

Bersama-sama dengan anak-anak bukit sion saya justru bukan melindungi mereka, tapi merekalah yang melindungi saya selama dalam perjalanan. "Ibu, saya bawakan tasnya sini Ibu!" Banyak anak yang mau membawakan barang bawaan saya. Tapi, apalah daya saya bahwa saya memang harus bisa berkata "tidak terima kasih!" karena ini juga salah satu pembelajaran untuk diri saya ini.

Dalam perjalanan saya yang kedua ini, cukup berkesan karena ada beberapa anggota tambahan yang juga ikut naik ke atas bukit sion. Meskipun tidak sama seperti hari sebelumnya, tapi kebahagiaan ini masih sama terasa. Entahlan, anak-anak inilah yang justru membuat saya semakin sadar, bahwa saya memang benar-benar ke sini hanya untuk mereka.

Sesampainya di sana, saya singgah di rumah mama Wati. Sebelumnya Mamak Daniel sudah memberi tahu saya bahwa, saya disarankan untuk mampir kembali ke rumah mereka. Namun, mereka sedang melakukan kerja bakti di gereja, sehingga saya pun tidak sempat berjumpa dengan mereka. Saya duduk sebentar sembari menghela nafas karena melakukan perjalanan yang cukup melelahkan :D

Mamak Wati, sudah menyiapkan makanan untuk kami. Kami hanya tinggal menikmatinya saja, saya bercakap dengan mamak Wati sembari menunggu anak-anak yang sedang berenang di sungai. Ya! mereka ke Bukit Sion tujuannya untuk berenang, berkali-kali mereka mengajak saya, namun saya tidak membawa perlengkapan berenang. Jadi, saya hanya duduk-duduk santai saja di rumah mamak Wati ini sembari menikmati singkong hasil kebun, bercakap dengan mereka, dan menikmati nasi hangat berlauk daun pepaya, bunga pepaya dan jantung pisang yang menurut saya sangat jarang didapat olahan ini di kota :D

Meskipun hanya sayur seperti itu, rasanya nikmaaaatt sekali. Padahal awalnya, saya tidak suka karna daun pepaya dan bunga pepaya pahitnya luar biasa. Tapi, dengan olahan tangan dari mamak Wati sayuran yang dikenal juga bisa sebagai obat ini pun rasanya sedaap dan ingin tambah dan tambah lagi :))

Sekitar pukul 4 sore anak-anak pun pulang dari berenang, dan saya sudah disiapkan oleh mereka buah tangan hasil kebun mereka. Ada singkong, daun singkong, daun pakis dan cabe. Rasanya semacam dari pasar. Banyak buah tangan yang didapat dari mereka.

Lagi-lagi, mereka yang slalu melindungi saya selama dalam perjalanan.

Ketika turunan, kami pun menunggu tumpangan pick up. Kata anak-anak "Biasanya Bu! ada pick up punya pak cik Bahar, terus kami numpang di mobilnya" Dari atas bukit kami sudah melihat mobil pick up berjalan menuju arah tikungan. Lalu, kami pun segera mengejarnya supaya kami mendapatkan tumpangan menuju ke rumah kami.

Saya kebetulan diantar oleh Wati, Weka, Ambala, Ata, dan Nurul. Mereka berjalan ke arah yang sama seperti saya, dan Wati pun juga akan menginap di rumah kami.

Kami sempat duduk di atas pondok yang berkayu dan sudah tidak terpakai lagi sembari menunggu mobil pick up lewat. Kami menunggu sekitar 15 menitan, Apalagi memang mereka lelah, maklum saja  setiap anak membawa oleh-olehnya untuk dibagikan ke orang tua mereka di rumah.

Alhamdulillah...

Tadaaaaa... petualangan kami pun masih tetap menyenangkan hari ini, Terima kasih my kiddos 

--9 Januari 2016--







Lourdes, 14 April 2016
-vidahasan- 
Share:

0 comments: