16 March 2015

Bremen

Bremen, 28.08.2014

Setelah kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari Hamburg-Bremen, akhirnyaaa aku pun tiba di Bremen. Saat itu aku sampai di Bremen sekitar pukul 15:30, dan Novita menjemputku di stasiun. Iyaaa dan aku harus menunggu Novita duluu... Soalnya dia bilang dia tertinggal bus, alhasil sekitar 10 menitan aku menanti kedatangannya.

Sekitar kurang lebih 10 menit menunggunya di lobbi, akhirnya si Novita datang jugaa haha... Dia pangling liat aku "kakak kok kurus sekarang? Kok bisa?" Hahaha itu uda pertanyaan kesekian kalinya yang dilontarkan kepadaku, jadi aku uda siap-siap jawab aja. "Berkat menguli jadi begini hahaha :p". Terus Novita senyam senyum nggak jelas gitu dengan jawabanku hahaha :p nah, apa aja sih yang ada di Bremen? Mari-mari check it out.

Jadi, aku ke Bremen ini sebenernya tanpa tujuan wisata gitu. Soalnya, niatku itu cuman ketemu sama Novita habis itu lanjut ke Nienburg dan ketemu sama kak Mei. Tapi rupanya, kak Mei kerja sampai dini hari dan daripada aku nungguin beliau seharian atau semalaman nggak jelas, jadi akhirnya aku pun nginep di tempat Novita dan sekalian berkeliling kota Bremen.

Singkat cerita tentang Bremen. Bremen salah satu kota yang berdiri sendiri seperti Hamburg dan Berlin. Mungkin kalau di Indonesia itu semacam Jogja, Jakarta, Aceh, paham kan? Mereka kan berdiri sendiri macam provinsi gitu lah yaa.. Nah Bremen ini salah satunya, tapi Bremen itu kecil kok, masih luas Jakarta, Jogja, atau Aceh bahkan. Penghuninya aja cuman sekitar kurang lebih 550 ribu jiwa. Jadi, keliling kota Bremen dalam sehari pun uda beres aja gitu.

Tak begitu jauh dari Hauptbahnhof Bremen, ada salah satu tempat yang semacam mirip di Belanda, dan bahkan merasa kalo di Belanda. Iya secara di tempat ini ada restoran yang atapnya terpampang cantik kincir angin. Nama tempatnya adalah Bremer Wallanlagen. Hmm... Ini jenis taman kota yang tempatnya asik banget. Waktu itu pas Summer, jadi nggak nyesel datang ke tempat ini, karna tamannya berbunga dengan cantiknya... Hihihi..

Kami berdua pun melangkahkan kaki kembali hingga ke kota. Ke arah Rathaus, lalu menuju ke Liebfrauenkirche yang berada di Bremen. Gereja ini terletak di pusat kota, jadi nggak perlu panik buat menuju ke sana dan mudah. Jalan kaki pun masih bisa dilakuin buat penggemar pejalan kaki kaya aku ini haha... Nah di sekitar pusat kota ini ada yang namanya juga Böttcherstraße, Schnoor, Stadtwaage, terus ada patung der Roland. Di depan Rathaus Bremen ada juga patung dongeng tentang Bremermusikanten. Hahaha parah banget akunya nggak ngerti cerita dongengnya macam mana. Tapi nanti aku pasti cari tahu kok tentang dongengnya. Atau kalalu mau juga cari sendiri di google :p parah yah apa-apa nyari di google sumbernya. Zzzz Sorry...

Nah sungai yang menelusuri di Bremen ini namanya Wesser. Tetep lah sungai di Jerman itu bersih, dan nggak bau terutama ya. Bahkan sungai-sungai di Jerman ini sering digunakan untuk jalur transportasi air dan untuk perdagangan antar negara. Na ja, sejenak melepas lelah, kami duduk-duduk sejenak di dekat sungai Wesser, sambil menikmati pemandangan. Tapi tau-tau aku lapar hahaha... Terus si Novita nawarin mau masak apa mau beli aja? Katanya dia nggak ada bahan, ada tapi cuma mie haha.. Yaudah sih nggak papa meskipun cuma mie, yang penting kan bisa makan. Alhasil kami akhirnya mengakhiri perjalanan berkeliling di Bremen, dan pulang ke asrama mahasiswanya Novita.

Setelah sampai di sana, jadilah aku tukang masak bikin mie goreng hahaha sebenernya asramanya nggak boleh ditumpangin sembarangan, kalo numpang harus bayar di sana. Iya macam hotel aja, padahal cuma numpang semalem doang -____- tapi kata Novita, besok pagi kalo pas pergi harus diem-diem perginya. Jadi biar nggak ketahuan sama tukang bersih-bersihnya...

Aku waktu itu juga nggak nginep sekamar sama si Novita. Waktu itu aku nginep di kamarnya kak Suriani. Kak Suriani ini orang Medan, udah lama tinggal di Jerman, urusannya kerja sama kuliah dia di Bremen. Baaaaiiikkk... Udah numpang, nggak ngasih apa-apa, malah dikasih pakaian (yang nggak kepake) sama disuguhi sarapan. Dankeee yaa kak :')

Soooo lets to the night! Ah liburan yang menyenangkan, malam itu semacam sedang tidur di dalam tenda, soalnya aku tidur beralaskan sleeping bag :))) rasanya ingin segera mencurahkan naik ke gunung, biar merasakan benar-benar hirup udara segar saat itu. Then good night everyone, good night Bremen :)

Mannheim, 16.03.2015
--vida hasan--


Share:

2 comments:

Juliana Fisaini said...

Vidaa.. boleh minta emailnya?

ARVIDA RIZZQIE HANITA said...

Hallo Juliana, email sudah saya tulis di page kontak :)