Kali ini aku suguhkah cerita tentang perjalananku di wilayah Jerman bagian utara sana. Sebenernya perjalanan ini adalah bentuk perjalanan balas dendamku karna selama setahun rasa-rasanya tak pernah berkeliaran kemana pun dan bahkan tak ada waktu untuk berkeliaran haha begitulah... Setelah akhirnya lepas dari sebuah penderitaan (ceilee... Kayaknya gue bakalan anarkis banget ini ceritanya hahahaha) akhirnya aku bisa memuaskan rasa kebebasan ini dengan berlibur dan melaksanakan janji setahun lalu dengan 2 orang asing yang saat itu aku baru beberapa hari menginjakkan kaki di Jerman.
So, perjalanan ini lebih tepatnya aku lakukan pada tanggal 27-28.08.2014. Iya taun lalu memang (udah lama ya? Iya lama banget baru ditulis) huhuhu perjalanan ini seriusan udah lama sekali ingin terlaksana. Seperti janji pada diriku, setelah aku selesai aupair aku ingin sekali balas dendam dengan melakukan trip ini dan bertemu dengan kak Mei dan Novita. Bercengkerama dengan mereka-mereka yang orang aku kenal saat aku baru tiba di Jerman. Dan akhirnya janji itu aku penuhi berjumpa dengan mereka. Sebenernya rencanya hanya ingin ke Bremen-Nienburg-Hannover. Tapi ketika tau ada salah seorang kenalan yang di Bandung aupair juga di Hamburg, maka alhasilah Hamburg jadi salah satu tempat tujuan wisataku saat itu.
Beberapa hari sebelum berlibur aku numpang di kos-kosannya mbak Ramby, aku bakalan numpang di sana selama seminggu. Iya karna aku belum dapet tempat penampungan yang sesungguhnya, maka jadilah nampung di tempat mbak Ramby hehee.. Aku suda pesan tiket bus beberapa hari sebelum ke Hamburg, berkontak-kontak dengan Uyung di Hamburg, sekalian membeli tiket untuk pulang dari Hannover-Frankfurt. Perjalanan dari Frankfurt-Hamburg dibutuhkan waktu sekitar 6 jam (dengan jarak tempuh 395 kilometer) kalo di jadwal tiketnya sih 6 jam, tapi rupanya sampai 7 jam perjalanan dengan istirahat sekitar 30 menit. Asli capek parah maaakk.. Hahaha
Untuk dibawain bekal sama mbak Ramby, dibawain bekal nasi pake ayam bakar plus plus sushi pula. Lengkap kali. Kenyang di jalan saat itu dan habis tak bersisa sedikit pun haha enaaakkk mbaaak hahaha...
Setelah menempuh perjalanan dengan bus dengan jarak 395 kilometer itu, akhirnyaaaa sekitar pukul 15:00 aku tiba di Hamburg, tinggal menunggu jemputan Uyung lalu capcuuuss...
Hamburg, 27,08.2014
Setelah sekian lama dari tahun 2011 pertama dan terakhir kali berjumpa dengan Uyung, akhirnya kami dipertemukanlah kembali di Jerman. Waaalaaah di Indonesia aja sejak beberapa tahun nggak pernah jumpa, lhah ini di Jerman malah gampang banget kalo mau jumpa. Emang karna transportasi yang mudah dan terjangkau, maka jatah berjumpanya pun agaknya lebih mudah dibandingkan di Indonesia (ini bukan membandingkan sih, semacam fakta) heheheh...
Setelah bercakap-cakap temu kangen sama Uyung, kami pun melanjutkan perjalanan. Aku langsung loh, baru sampai Hamburg capcus menuju tempat wisata hahaa.. Biar lebih mudah untuk keesokan harinya, sekalian aku membeli tiket kereta hari itu juga. Biar tiket bus dari rumah Uyung sampai stasiun, aku nggak perlu beli tiket lagi. Karena berencana ke Bremen dan Nienburg akhirnya aku membeli tiket Niedersachsen (ini semacam tiket regional di Jerman dan bisa digunakan berkeliling kota se wilayah Niedersachsen sepuasnya).
Target wisata pertamanya ke Rathaus di Hamburg. So Rathaus itu kalo di Indonesia semacam gedung parlemen ya macam buat pemerintah daerah gitu. Kaya kantor gubernur, bupati dan lain-lain. Nggak beda jauh kok, cuman mungkin bedanya dari segi bangunannya karna di Eropa (terutama di Jerman) Rathausnya bangunannya unik-unik, kalo gede ya gede banget, kalo kecil ya kecil banget jadi emang masing-masing uda ada ciri yang beda-beda. --bentar aku nyontek di google dulu tentang Rathaus di Hamburg ini hahaha-- jadi singkat cerita kalo Rathaus ini dibangun pada tahun 1886-1897, dan ini masa dimana dibangunnya kembali Rathaus yang baru, sebelumnya pada tahu 1842 Rathaus pernah terbakar dan memakam korban jiwa, maka pada akhirnya dibangunlah Rathaus yang baru. Go to the next...
Dari Rathaus sini, kami berdua (Uyung dan aku tepatnya) melangkah menuju ke museum kapal di Hamburg. Ohyaa waktu itu aku uda beli tiket kota buat seharian. Namanya sih tageskarte, jadi kalo pas pindah-pindah tempat nggak perlu yang namanya beli-beli tiket lagi, lumayan loh daripada harus beli tiket sekali jalan? Iya mending sekalian beli tageskarte ini kan? Hehehe
Schiffsmuseum (museum kapal) terletak di Hafencity, di Hamburg. Di sana terdapat berbagai macam benda-benda antik dari tahun ke tahun. Pas masuk lagi ngebayangin aja ceritanya gitu gimana kehidupan di kapal yang dengan alat-alat seadanya, yang jaman dulu masih belum sekeren kapal sekarang ini. Bentuknya macam-macam, karna alat-alat ini sudah ada sejak beberapa tahun silam. Tapi seriusan museum kapal recomended buat dikunjungin kalo pas kamu lagi di Hamburg. Semacam naik kapal gede beneran dan hidup di jaman lampau. Bentuknya pun uda kapal asli, jadi berasa banget gitu hehe...
Nah, setelah itu kami langsung cabut menuju tempat makan. Kebetulan ada dua temen Uyung yang sebenernya juga mau ikutan jalan, tapi waktunya nggak nyukupin. Terus, akhirnya kami ketemuan di restoran Cina, yang katanya ada bakso, ceker, kangkung (ah Indonesia banget) dengan harga yang cukup menguras kantong sih hahaha duhlah ('//) iya enak kok tapinya. Tapi seriusan yah, kemana-mana kalo bepergian gitu, kalo nggak ke resto asia mesti kok yo nggak mantep gitu ujungnya T.T beberapa kali sering banget ujungnya makanan asia gitu yaelah ya mentokny makan döner hahaha... Dua orang teman Uyung ini namanya Valent sama Riska, kalo diinget-inget si Milkha pernah cerita tentang Riska, taunyaaa beneeer haha mereka saling kenal, meskipun nggak pernah ketemu. Wealaah Jerman sempit banget. Lagi-lagi ketemu temennya ini, temennya itu, terus temennya ini. Selalu bergelombang macam air pantai (apasiiih) -_-" Iya udah terus kami pulang dan aku nginep di tempat Uyung deh (penting nggak? Nggak ya? Ah bodo sih, ngasih tau aja biar kalian nggak penasaran aku nginep dimana).
Nah paginyaaa... Aku cabut sekitar pukul 13:00. Tentang keluarga asuhnya Uyung, mereka baik. Punya anak 2 dan masih unyu-unyu lucu, cowok cewek. Aku cuman ketemu sama ibu asuhnya sih. Soalnya si bapak lagi kerja, makanya ketemunya sama si ibu sama anak-anak. Dan hari itu, mereka emang rencana mau ke Belanda.nkata Uyung mau ada acara si Ibunya, dan tanpa bapak. Dan aku cuma bisa nunjukkin rasa kagum aja (waw keren... Itu acaranya dia sendiri tapi anak-anak tetep dibawa kemanapun. Ngendarain mobil sendiri pula sampe Belanda --meskipun deket tetep aja sih-- hueheheh).
Pas keluarga asuh Uyung cabut, mulai deh kami beraksi. Hahaha si Uyung masakin rendang ayam, nasi sama sambal dabu-dabu (jadi keinget ada cerita tentang sambal dabu-dabu :D). Kata Uyung, dia nggak bisa masak bau-bauan kalo ada keluarga asuhnya di rumah gitu. Meskipun merekanya doyan makannya, tapi nggak doyan bau pas dalam prosesnya. Tapi kebanyakan orang Jerman emang gitu sih. Suka masakan yang semacam Asia gitu apalagi makanan Indonesia, tapi kalo pas disuruh masak, malah nggak suka baunya. Sampai jendela bahkan pintu aja dibuka lebar-lebar, biar baunya keluar semuanya -_____-. -- iya lanjut lagi tentang masaknya-- kebetulan waktu itu juga ada Putzfrau (tukang bersih-bersih) yang datang ke rumah Gfnya Uyung. Terus kami ngobrol-ngobrol, bahkan mbaknya pun juga kami ajakin makan bareng, dan dia agak terharu masa... Haha
Katanya, "Orang sini kalo sama orang asing sih nggak bakalan diajakin makan bareng kaya gini. Ini bukan adatnya mereka banget. Kecuali kalo yang uda mereka kenal deket, baru mereka ngajakin makan bareng kaya gini. Nah kalo kaya kalian, sama-sama dari Asia kaya saya, siapapun juga mesti diajakin gini ya?"-- "adat kami emang seperti ini. Kalo ada orang berkunjung ke rumah, siapapun itu pas jam makan pasti ya diajakin makan bareng. Meskipun niat mereka datang nggak makan, cuman berkunjung aja"-- iya itu perbedaan yang luar biasa mencoloknya, ngomong-ngomong, mbaknya ini asalnya dari Filiphina. Singkat cerita, dia ke Jerman karna ikut suaminya yang dapet kerjaan di Jerman. Semasa hidupnya di Filipina, dia guru bahasa Inggris di salah satu sekolah internasional di sana. Iyasih, kalo difikir agak gimana gitu, di negerinya guru bahasa Inggris, sampai Jerman jadi tukang bersih-bersih, udah gitu dia juga kan masih harus kursus bahasa Jerman. Tapi katanya, kerjaannya ini buat nambah-nambah kehidupannya aja, biar nggak sering-sering minta suami. Toh ya nggak tiap hari dia ngelakuin kerjaan ini. Mantep lah! Salut mbak! :)))
Nah! Habis makan, saatnyalah aku berkemas dan sedih lagi pisah sama Uyung. Iya secara terakhir ketemu 2011 terus cuman semalem aja kaya semacam estafet banget sih. Tapi lumayanlah daripada nggak sama sekali. Kalo ada rejeki lagi bisa jumpa lagi... Hihihi ya kan Yung? Well, diakhiri dengan gembira karna jalan-jalan di Hamburg sudah terpuaskan, terus ketemu Uyung juga, dapet informasi baru lagi. Iya secaranya 11 bulan aupair masa iya baru bisa ke Heidelberg. Apaan coba.. Saat itu berasa bener-bener yang ngerasain namanya liburan. Alhamdulillah :')
Mannheim, 15.03.2015
--vida hasan--
0 comments:
Post a Comment