15 January 2015

Hi! Selamat pagi kamu!

Pagi ini entah kenapa rasanya ingin sekali menuliskan sesuatu tentang kamu. Iya kamu! Aku terbangun dari tidurku, karna aku memimpikanmu. Entahlah, sudah sering rasanya aku memimpikanmu. Tiba-tiba saja, kamu datang tanpa permisi dan masuk ke dalam mimpiku. Ada apakah gerangan? Merindumu? Iya tentu saja. Langit di negeri barat ini selalu membayangiku akan kehadiranmu. Rasa-rasanya, ingin aku bersamamu menapaki jejak langit barat ini. 

Mungkin belum saatnya, semoga nanti ada saatnya kamu ada aku bersama-sama menjajaki bumi eropa ini. Supaya kamu tahu, bagaimana kehidupan di sini, semenyenangkankah seperti yang selalu kamu kira? Atau justru sebaliknya? Atau mungkin belahan bumi asia lebih mengasyikkan daripada di sini. Bagiku yang hampir 2 tahun ini menjamah negeri eropa, bumi asia lah yang menyenangkan. Entah karna budaya, atau karakter dari masyarakatnya sendiri. 

Aku menjajaki bumi eropa karna rasa ingin tahuku sangatlah besar tentang bumi ini. Rupa-rupanya, aku pikir perjalanan selama hampir 2 tahun ini sudah cukup buatku. Oh belum! Tentu saja belum! Aku masih harus memungut ilmu yang belum pernah aku jaman, aku masih harus belajar agar aku tahu bagaimana kehidupan ini. Aku saat ini masih mencari jati diri. Semoga kamu juga iya, agar kita bisa bersama-sama mengemban tanggung jawab besar ini. Agar kita berdua tidak salah langkah untuk mengembang tanggung jawab ini.

Kelak suatu hari, ketika aku dan kamu bersama-sama menitih masa depan, kelak suatu hari ketika aku dan kamu bersama-sama membesarkan buah hati, akan ada rasa yang terpuas di hati meskipun akan ada kekurangannya. Setidaknya, perjalanan yang telah kita lalui bersama beberapa waktu lalu menceritakan perjuangan kita berdua. Agar kelak, anak kita tahu bagaimana ayah dan ibunya berjuang mengumpulkan ilmu.

Hi kamu! Selamat pagi dari bumi eropa! 
Entah dimanapun kamu berada, aku slalu merinduimu.
Mengharapkanmu? Iya tentu saja aku mengharapkanmu di sini bersamaku, namun biarlah waktu yang akan menyisakan semua kepedihan ini. Tunggu! Tunggulah! Sebentar lagi aku akan pulang untuk menemuimu, sebentar lagi aku akan datang menemuimu! 

Ah ya, aku lupa memberitahumu, meskipun demikian, aku masih mempunyai mimpi yang setidaknya masih ingin aku kejar. Semoga kamu bisa memahamiku dengan ini! Semoga kamu bisa mengerti bahwa aku selalu haus akan ilmu, bahwa aku masih harus terus belajar demi masa depan, bukan hanya untukku, tapi untuk kita, untuk keluarga kecil kita kelak!

Hi kamu! Aku mencintaimu, aku merindukanmu, aku menginginkanmu! Perjalanan ini, masih terus berlabuh hingga nanti suatu hari aku dan kamu slalu bersama-sama selamanya.


Mannheim, 15.01.15.
Share:

0 comments: