11 August 2014

LANGKAHMU LANGKAHKU LANGKAHNYA

Ini memang sekedar menceritakan beberapa anak manusia yang sedang hidup di luar daerahnya. Sendiri, menepi, dan mandiri. Oh, bukan bukan. Tapi melainkan kemandiriannya itu adalah keharusan karna tak ada keluarga kandung atau bahkan keluarga dari orang tua yang satu wilayah dengannya. Ini bukan hanya mengisahkan tentang pengalaman saya. Tapi juga beberapa teman saya yang lain, yang hidup di negeri eropa, negeri yang dulu pusatnya perang dunia kedua, negeri yang terkenal akan sejarah perangnya. Mungkin. Karna banyak di sini yang tak mau mengingat-ingat kejadian pahit di masa lampau. Mereka lebih memilih berfikir maju daripada harus berfikir mundur yang tak akan pernah selesai untuk diselesaikan.

Teman saya sudah ada yang hidup di Jerman ini, itulah tepat nama negara di Eropa yang sedang kami singgahi ini. Iya, teman saya ada yang sudah beberapa tahun hidup di Jerman, bahkan ada yang bertahun-tahun hidup di Jerman. Jika ditanya, kenapa kok nggak pulang Indonesia saja mas, mbak? Lalu, rata-rata pasti akan menjawab, buat apa pulang? Kalo di Jerman lebih baik kenapa harus pulang. Indo? Nah loh, ini jawaban yang menurut saya agak melecehkan juga sih :D

Duh gimana ya saya memulai ceritanya. Saya juga bingung sendiri, karna ini hanya goresan semata wayang saya tentang hidup. Sekali lagi, tiap langkah manusia itu sudah berbeda-beda tentunya tergantung memang tujuan mereka arahnya ingin kemana. Ketika mereka ingin sekali berkuliah di luar negeri, di negeri yang kehidupannya lebih makmur dari negerinya sendiri, entah tujuannya hanya karna gengsi, atau memang benar-benar memiliki tujuan yang lain.

Beberapa ada yang ingin pulang ke kampung halaman, karna berfikir bahwa, mereka belajar di negeri barat untuk memperdalam ilmu, memahai ilmu dan membagikan ilmu itu setelah mereka selesai belajar. Ada juga beberapa yang tidak ingin pulang dikarenakan kehidupan di negeri barat lebih nyaman, tentram dan sentaosa :D iya memang tidak bisa dipungkiri juga. Memang begitulah adanya. Saya juga merasakan demikian. Tetapi kembali lagi ke tujuan awal masing-masing umat manusia. Bahkan pula ada yang tujuannya biar bisa dapet jodoh bule-bule rambut pirang :D iya gitu juga ada kok hihi

Tidak ada yang salah di sini. Tidak ada pula yang melarang, karna setiap anak manusia punya pilihan dan tanggung jawab masing-masing dengan pilihan hidupnya itu. Kalau saya ini, mesti slalu dibilang "sekalian cari jodoh di sana", "mbok nanti pulang-pulang bawa bule", "mbok nitip bule satu dibawa pulang" nah lo kate ini bule-bule kenang-kenangan atau gimana sih. Haha duh jadi mlenceng ngobrolnya ngalur ngidul. Topiknya apa, nulisnya apa -,-

Iya, kembali lagi jadinya dengan segala hal yang sudah dimiliki, dipelajari, dan dibagikan ilmu itu kepada orang lain justru lebih bermanfaat. Kalau bagi saya. Menurut saya, itu hal menyenangkan dengan berbagai pengalaman yang sudah didapat ini. Dan itu luar biasa. Setiap langkah kita ada doa buat kita sendiri. Insyaallah.

Also, buat diri kita ini bisa bermanfaat buat orang lain. Karna itu akan menjadi diri kita lebih berharga dari apapun, ketika diri kita ini bisa bermanfaat buat orang lain. ;)

Liebe Grüße aus Frankfurt, 11.08.2014
Vida Hasan
Share:

0 comments: