Hidup seseru itu... Segala tanya aku sampaikan sama Allah tentang hidupku. Dan Allah perlahan slalu kasih jawaban yang bikin terkejut, sedih, bahagia tapi begitulah caranya Ia untuk memberitahu hamba-Nya melalui apapun supaya hamba-Nya tak berlarut dalam pertanyaan-pertanyaan yang itu masih belum pasti pula jawabannya.
Kadang seringkali aku berasumsi, kapan ya Allah akan mengabulkan permintaan-permintaanku yang sudah lamaaa aku mau? Tapi, ternyata dengan mengandaikan demikian, berarti aku tak percaya dengan kuasa-Nya. Akhirnya buat kita jadi lebih banyaaaaak berpikir negatif? Tapi aku tetap bersyukur, di waktu yang tepat memang Allah slalu kasih jawaban yang menepiskan segala kegundah gulanaku slama ini.
Pertanyaan itu pun juga seringkali sama seperti yang dipertanyakan orang lain di sekitarku. Sebuah kata kunci dengan pertanyaan "kapan" seringkali membuatku takut, takut tak percaya kuasa-Nya. Tapi lagi-lagi, aku kembali diingatkan "Liat... Allah aja ngabulin permintaanku kok sekalipun permintaanku cuman pengen makan kacang almond. Sesederhana itu aja permintaanku dikabulin sama Allah, apalagi permintaan yang menyangkut dengan menyempurnakan ibadah-Nya. Aku jamin Allah pasti kabulin di waktu yang tepat".
Lagi dan lagi, perasaan itu nggak akan pernah bisa bohong kok. Meski sakit, tapi tenaaang Allah dulu, Allah lagi, Allah terus... "Nggak papa Vid, hidup itu emang seseru itu... Tiba-tiba jatuh cinta, tiba-tiba kecewa, tiba-tiba sedih, marah, lalu bahagia. Rasa itu ada sebuah proses hidup, kalau nggak punya rasa bagaimana bisa melewati proses hidup?" :)
Allah juga kok yang ngasih perasaan-perasaan demikian, tinggaaal bagaimana diri kitanya ini bisa mengontrol. Itulah namanya mindfulness... Jangan terlalu dalam perasaannya, bahaya.. bisa lupa akan segalanya. Makanya, saat kamu mempunyai perasaan penuh dengan negatif jangan lupa terus dzikir, berdoa sama Allah supaya bisa lebih legowo... Nggak papa kamu marah, nggak papa kamu kecewa, nggak papa kamu sedih, tapi please cukup saat itu aja, karena esoknya kamu akan dapet perasaan yang lebih menenangkan dan membahagiakan.
Nah, pas kamu punya perasaan yang positif juga jangan lupa bersyukur, karena jika kamu bersyukur itu justru pertana kamu bahagia. Karna tak ada syukur yang membahagiakan :)
Jadi, tenang guys... Aku menulis demikian bukan berarti aku sudah selihai dan seahli itu untuk mengontrol emosi dari perasaan-perasaan yang ada. Balik lagi kan, hidup itu seseru itu... Aku yang munafik ini pun masih sangat seriiing nggak bisa kontrol perasaan. Makanya, terus belajar dan inget sama Maha Pencipta kita guys...
Kita saling mendoakan
Kita saling mengingatkan
Karena sebagai insannya di dunia
Slalu ada salah dari diri kita yang penuh dosa
-vidahasan-
Jadi, sudah sejauh mana kamu mengenal-Nya?
Mengenal akan karuania-Nya
Keberkahan itu milik kita semua
Asal kamu bisa menjaga taqwa

0 comments:
Post a Comment