28 June 2017

Site Visit Nunukaners (1)

Assalamualaykum Wr.Wb,

Hallo :)

Jangan bosan-bosan ya ketika saya lagi-lagi menulis tentang daerah penempatan kami tim Nunukan. Supaya bisa mengingat akan hal-hal yang menyenangkan di sana. Iya meskipun kemungkinan akan selalu dibilang "Rindu" tapi memang beneran rindu kok. Saya mah hanya bisa melampiaskan kerinduan saya lewat tulisan dan melihat kenangan via foto-foto saja. Susah untuk bertemu langsung dengan orang-orang di dalamnya, karena kesibukan masing-masing :)

Bismillahirrohmanirrohim,

Ini sih cerita tentang amunisi tim Nunukaners ketika di penempatan. Kedatangan seorang pendamping yang disebut dengan trustee itu merupakan sebuah amunisi loh hehe.. Tamu yang 'agak' penting ini datang jauh-jauh dari Jakarta buat ngasih 'amunisi' buat tim yang sukanya sangat slow down banget ini dan suka baperan juga mungkin. Tepatnya sih dimulai dari tanggal 11 sampai 17 Juni 2016. Ini sudah bulan Ramadhan looohh... Seingat saya minggu kedua bulan Ramadhan :')

Well, saya akan mencoba mengingat-ingat sedikit apa yang dilakukan dengan 'pengamunisian' ini. Selama kurang lebih satu minggu lamanya. Semoga yang dingat pun juga sama diingat oleh teman-teman saya yang lainnya heheh :D

11 Juni 2016

Kedatangan mas Trustee yang akan memberi amunisi terhadap timnya itu adalah satu hal yang kadang Pengajar Muda butuhkan di penempatan. Seringkali PM suka salah jalur kalau nggak dilurusin nih :)) Namanya kak Ijma Sujiwo, yang suka banget direpotkan oleh tim kawakan dari Nunukaners ini. Suka dengerin ceramahannya anak-anaknya, meskipun kadang kalau ditelfon susahnyaaaaa yaampuuuun haha tapi sekalinya nelfon sih bisa berjam-jam lamanya :D

Kak Jaim datang dengan membawa segala perlengkapan perang dari Jakarta seperti kertas plano, ATK (spidol, sticky notes, masking tape, gunting, dll), materi-materi dan yang paling penting adalah bawa dirinya sendiri :)) Dijemput oleh mbacims dan Bele di Kabupaten. Seperti biasa tiba sekitar maghrib dan menginap di rumah relawan kami mbak Wi dan mas Rizal yang kebetulan saat itu hanya ada mas Rizal saja di rumah (mbak Winya lagi persiapan ngelahirin si Ghia di Makassar) :D Maklum, saat itu kami belum mendapatkan basecamp, jadi kami masih harus menumpang hehe

Welcome mas Trustee di Nunukan. Semoga bisa bertahan dengan teriknya matahari yang cukup menyengatkan tubuh yaaa dan semoga kuat puasanya hihi :") Selamat istirahat...

12 Juni 2016

Keesokan harinya kak Jaim pun dibawa kabur menuju ke Sebatik. Diharapkan kak Jaim bisa menjangkau keseluruh wilayah penempatan kami (kalau dijadwal sih begitu yaa) entah nanti realitanya seperti apa. Nah, karena pas memang ditakdirkan datang ke Sebatiknya hari minggu jadi sekolah pada libur. Alhasil kak Jaim tidak berjumpa dengan kepala sekolah kami yang di Sebatik. Awalnya dijadwalkan datang pukul 11 siang, tetiba mundur jadi uda sesorean tiba di desa penempatan saya terlebih dahulu. Di Dusun Berjoko, kampung Lourdes, Desa Sungai Limau.

Menggunakan speed boot kebanggaan dari pelabuhan Sei Bolong Nunukan sampai Bambangan Sebatik. Terus dari Bambangan menuju desa saya harus kembali menggunakan taksi (sebutan untuk semua jenis mobil Avansa). Setibanya di rumah orang tua angkat saya, biarkan bernafas dan beristirahat sejenak. Lalu kami berkeliling kampung menemui beberapa guru sekolah (termasuk ibu angkat saya yang memang guru PAI di tempat saya mengajar).

Kami pun menuju rumah pak Hila dan Bu Kori, selaku yang lebih disesepuhkan di sekolah hehe guru yang cukup gaul buat saya dan selalu saya repotin terutama kalau masalah sepeda motor heheh... Kami pun menuju ke sana, ngobrol sejenak dan berwisata sebentar ke gereja. Jika rombongan sudah hadir di rumah singgahnya Mubin, saya, mbacims, Bele, kak Jaim, dan Mamak masih berkeliling desa.

pict by Shalipp Sanri

Di atas adalah sisa foto yang masih selamat :') karena saya sedang terkena musibah dengan data-data saya di hardisk :( yang motoin sohib saya yang satu penempatan di desa namun berbeda yayasan :D

Sekitar pukul 15.00 saya pun menuju ke rumah Mubin yang berada di desa sebelah, desa Maspul namanya. Kami akan bermalam di sana karena malam harinya setelah sholat tarawih, kami akan membahas agenda selama satu minggu site visit. So, agenda memang agak padat sih haha (sok banget lah pokoknya). Kak Jaim yang baru tiba udah diajakin aja muterin Sebatik :D Setibanya di Mubin, ketemu Nunukaners yang lain, istirahat sebentar, terus langsung diajak ketemu sama pak Camat (pak Harman) dan pak kepala UPTD Sebatik Tengah (pak Saleh). Maapin ya kak, kayaknya nggak ada banget jatah istirahat buat kakak haha :))

Sumber: FB Mubin

Sumber: FB Pak Harman
Oke, demi mewujudkan kenangan yang afdhol saya harus banget ngubek-ngubek foto dari beliau-beliau yang menyimpannya. Maafkan yaa pak Harman dan Mubin hehe :)

Pulau Sebatik itu punya keunikan tersendiri. Awalnya sudah direncanakan mengajak kak Jaim buat bisa melihat patok 3, patok yang terkenal seantero Sebatik yang (katanya orang) ada rumah yang dapur di Malaysia dan ruang tamu di Indonesia (padahal sebenernya juga nggak gitu). Itu patok mah emang udah dari dulu bermasalah, yang harusnya wilayah yang ngakunya Malaysia itu ya milik negeri kita sendiri. But you know lah, masalah ini entah kapan selesainya. Lah... balik lagi aja deh ke cerita awalnya. Jadi, intinya sih mau ngajakin kak Jaim ke sana, tapi karena waktu sangat meveeet sekali dengan waktu maghrib, walhasil jadi gatooot deh. Maapin lagi kak belum jadi poto di patok 3 :(

Ujungnya, malah terjebak buat ikutan safari Ramadhan di masjid Al Aqsa Aji Kuning heheh.. padahal mah (katanya) yang dapat undangan Vida sama Mubin, malah yang dijebakin kak Jaim buat duduk paling depan lagi haha :)) Di undangan terteranya Indonesia Mengajar kak, bukan Vida atau Mubin. Jadi ya mewakilkan aja kami berdua heheh :D

Suasana Safari Ramadhan di masjid Al Aqsa
Pokoknya katanya mah, setelah maghrib harus segera kabur dan sholat tarawih di masjid depan rumah Mubin aja yang dekat hihi... Oke-oke akhirnya kami pun langsung capcus pulang ke rumah setelah sholat maghrib. Ditambah dengan 2 personil Shalipp dan Aldo :)) (suka banget ngikutin) :D :D Padahal salah satu dari mereka saya suruh buat bawa balik motornya pakcik Aki ke rumah karena sore tadi dipake sama mbacims buat ke rumahnya Mubin. Nuhun sangat yak :D

Nah... Baru deh setelah tarawih kami pun berkumpul bersama membahas agenda untuk ke depannya. MasyaAllah... meskipun terkantuk-kantuk seenggaknya mah bersyukur bisa berkumpul seperti ini sama mereka, apalagi di bulan Ramadhan, jadi semakin syahdu :')

PS: 
Ada cerita loh di balik perjalanan saya, mbacims, Bele, dan kak Jaim ke tempat Mubin hehehe.. Mbacims boncengan dengan Bele, saya dengan kak Jaim. Mbacims dan Bele lebih dahulu jalan di depan, sedangkan saya dan kak Jaim setelahnya. Karena jalannya tanah menanjak dan rusak saya malah khawatir yaa dibonceng sama kak Jaim :((( Akhirnyaaa saya pun bawa motor sampai naik ke atas dekat pintu masuk kampung. Weheheh.. Pas di jalan, saya dibonceng kak Jaim dan saya justru semakin khawatir karena feeling bad pokoknya lah. Akhirnya setelah memompa motor di dusun sebelah saya pun yang menyetir sampai di rumah Mubin. Nggak usah ditanya reaksi 3 laki-laki Nunukan lainnya, pokoknya mah terkejut. Lah, daripada saya dan kak Jaim kenapa-napa? Mending saya aja lah yang bawa motor (mentang-mentang udah tahu medannya kaya gimana) heheh :)). Teruuuuss.. Pas di jalan saya nyariin mbacims dan Bele yang udah jalan duluan tapi kok nggak ketemu. Pas uda nyampe di Mubin, rupanya mereka pun belum sampai TKP. Padahal mereka jalan lebih dahulu, tahunyaa malah kesasar hampir di tengah hutan :)) Lah kok? Pokoknya perjalanan hari kedua ini mah menyenangkan :')


13 Juni 2016

Yuhuuuu... Paginya kami harus berlayar kembali menuju Nunukan karena harus 'kembali belajar' dengan menumpang mobil pick up punya pak cik kenalan Bapak, kami pun diantar menuju ke Bambangan.

By the way, saya harus balik duluan nih lebih awal karena saya harus ambil barang dan mengembalikan motor. Barang belum saya bawa sekalian karena saya masih ada tanggungan motor yang harus kembali ke tangan pak Hila (maklum motor pinjem) heheh... Agak merepotkan teman2 memang, karena niatnya saya mau balik malam harinya. Tapi karena sudah sangat larut akhirnya saya memang harus balik ke rumah keesokan paginya dan ditemani oleh mbacims. :')

Tau-tau mah ujaaaan... MasyaAllah.. Walhasil motor saya letakkan di kolong rumah om Balapito dan kami berdua pun harus turun dengan berjalan kaki karena jalanan licin dan becek. Agak nyeremin karna akhirnya kami pun harus menyeker ayam :D Sampai di rumah, cuci kaki, ambil barang langsung kembali naik lagi di pos ronda menunggu jemputan. Kami pun ditemani para kurcils yang akan berangkat ke sekolah, setidaknya bertemu mereka sebentar sebelum saya meninggalkan mereka selama seminggu dan berliburan.

Duo kembar
Yey.. Nunukaners
Oh iya, waktu itu kak Yori belum hadir di tengah kami. Masih ada agenda di desa yang tidak bisa ditinggalkan, tapi tenang sajaaa... Kak Yori turut bergabung dengan kami setelah kami tiba di kabupaten ;) Foto saya dan mbacims itu disela menunggu jemputan pick up yang datang dari arah desa Maspul, selanjutnya kami ber-10 menaiki pick up menuju ke pelabuhan Bambangan dan tiba di Sei Bolong, Nunukan :")

Seperti biasanya, atas GC Isna kami selalu menyarter perahu milik pak Basir. Alhamdulillah, bapaknya sabar dan asik jadi beliau juga selalu standby ketika kami menghubungi beliau heheh...

((sayangnya foto yang di perahu pun ikutan ke detected)) :'(

-- Cerita di hari berikutnya saya lanjutin lagi nanti yaa --

to be continued...

-vidahasan-


Share:

0 comments: