22 December 2016

Road to be Pengajar Muda XI (3)

Yap! Jam telah menunjukkan pukul 5 bagian Eropa Tengah. Saya baru selesai siap-siap akan menuju lantai 1. Saat itu saya meminjam kamar kak Novi untuk melakukan Direct Assessment, berhubung dikarenakan tempat saya sempit. Apalagi digunakan untuk menginap 3 orang. Jadi, semakin menyempit. Hanir dan Cuprit masih tidur (sedikit membuka mata) "Vida, nanti kalau sudah mau mulai kabarin aja ya.. Aku masih ngantuk tak tidur dulu barang 10 menit" Kata Hanir. "Oke. Pokoknya nanti aku miscall. Awas aja kalian kalau di miscall nggak bangun-bangun" Tambahku.

"Vida udah siap?" tiba-tiba skype saya berbunyi, kak Ncan sudah mengabarkan bahwa saya harus standby di depan layar. "Sudah kak" jawabku. Iya, Kak Bani Bacan yang akan menjadi pemandu di direct assessment saya ini. Selanjutnya akan ada 2 assesor di bagian interview nanti. Saya mengetuk pintu, mungkin kak Novi masih tidur. Maklum, kak Novi juga sepertinya tidur terlambat sekitar jam 3 dini hari tadi, sama seperti saya yang hanya tidur beberapa jam saja.

Pukul 05:45.
"Vida, 15 menit lagi ya.? Apakah teman-teman Vida sudah siap?" Tanya kak Ncan lagi. Saya jawab 'sudah' tapi sambil menelfon orang-orang di atas. Kak Novi saja yang sudah siap, sedangkan Hanir, Cuprit, Ragil dan Rosali belum juga hadir. Saya yakin, Hanir dan Cuprit masih tidur, tidak mendengar ada telfon masuk dari saya. Ragil dan Rosali sedang dalam perjalanan. "Kak, teman-teman saya siap sekitar 10 menit lagi. Soalnya tempat mereka tinggal jaraknya cukup jauh", kataku.

Pukul 06.00
"Oke. Saya akan menelfon Vida terlebih dahulu dan akan menjelaskan proses Direct Assessment ini", Kak Ncan menjelaskan, jika lebih baik saya mengikuti tes psikologi terlebih dahulu, perkenalan diri, micro teaching, FGD dan terakhir adalah interview dengan 2 assesor.

1. Tes Psikologi

Kak Ncan mengarahkan bahwa untuk tes psikologi akan ada 3 pertanyaan. Prosesnya adalah, dia akan menelefon, lalu memberi pertanyaan kepada saya. Saya diberi waktu 10 menit untuk mengerjakan tugas tes psikologi ini. Jika sudah selesai, saya dapat langsung menginformasikan kepada kak Ncan, dan akan langsung dikirim melalui skype. Dari 3 pertanyaan tersebut, saya hanya dianjurkan untuk menggambar sesuai dengan permintaan kak Ncan. "Oh... Ternyata tes psikologi begini ya". Saya hanya cuman membatin, apa yang saya gambar ya apa yang saat ada di pikiran saya. Rupa-rupanya, dari setiap gambar mempunyai makna pribadi kita sendiri ~ saya baru ngeh yang jelas ~ hahaha...  Oke, sekitar 60 menit tes psikologi telah selesai. Taraaa.. hasilnya? Ah yang penting I did, what I wanna did :D

~~
Setelah tes psikologi, lanjut ke agenda selanjutnya yaitu perkenalan diri sendiri (terutama ke kak Ncan). Saya dikasih waktu istirahat sekitar 5 menit lalu, kak Ncan akan kembali menelfon saya via skype. Sembari istirahat, rupanya teman-teman saya yang lain sudah standby berada di kamar kak Novi untuk mengikuti di agenda micro teaching dan FGD.
~~

2. Perkenalan Diri

Kak Ncan kembali menelfon saya dan memberi arahan kembali "Vida, coba perkenalkan diri Vida terlebih dahulu ya. Ceritakan tentang diri Vida". Jadi, saya menceritakan tentang diri saya namun tidak begitu banyak. Entahlah mungkin karena masih merasa kurang percaya diri jadi saya pun masih belum bisa mengungkapkan banyak hal. Perkenalan hanya diberi waktu sekitar 15 menit, sehingga tidak begitu banyak waktu yang terbuang. Kembali kak Ncan memberi arahan, "Vida, setelah ini akan ada yang namanya micro teaching. Apakah teman-teman Vida sudah siap? Saya beri waktu 10 menit ya, jika teman-teman Vida sudah siap, silahkan hubungi saya kembali lalu kita akan memulai tahap selanjutnya". ~~ "Iya, baik kak".

~~
Singkat cerita, saya kewalahan karena dua orang sahabat saya masih belum datang. Beberapa kali ditelfon tidak diangkat. Rupanya mereka terlalu lelap tidur sehingga mereka bangun kesiangan. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.50 waktu setempat. Oh iya, bahkan si Frederik (pacarnya Ragil juga dateng dibela-belain bangun pagi) itu mah kereeeeen bangeeettt
~~

3. Simulasi Mengajar

Yuhuu dan akhirnya melangkah menuju simulasi mengajar. Saya kembali mengabarkan kak Ncan, bahwa kami sudah siap untuk kembali melakukan assessment selanjutnya. Saya mempersiapkan bahan yang sudah saya buat, dan saat itu saya mengajar IPS kelas 2 SD tentang dokumen pribadi dan keluarga. Sebelumnya saya googling terlebih dahulu, karena memang saya sudah lama tidak mengajar apalagi tentang SD. Kemudian, saya meminjam clipboard yang ada dari tempat kerja saya :D :D (bawanya itu yang bikin saya merinding. Malam-malam dan berisik banget lah) :)) Dan, tibalah kak Ncan kembali memberikan arahannya. Arahannya kali ini adalah dia dan teman-teman saya calon murid berdiskusi dan akan menentukan suatu kondisi yang saya harus bisa selesaikan ketika di dalam kelas. Kemudian, saya harus keluar ruangan dan bersembunyi jauh-jauh dari ruangan tempat saya melakukan tes. Ruangan yang kami gunakan sebenernya tidak kedap suara, sehingga jika saya berdiri di dekat pintu akan terdengar apa yang mereka bicarakan. Akhirnya saya berjalan agak jauh dari kamar sampai saya tidak dapat mendengar percakapan mereka. 10 menit kemudian saya dipanggil masuk dan mempersiapkan diri kembali.

Gugup. Karena tiba-tiba murid-murid saya berbicara gaga gigi gugu :| oke, jadi saya ditantang di sebuah kondisi jika nanti ketika saya menjadi pengajar muda dan masuk kelas, murid-murid saya tidak dapat berbahasa Indonesia. Apa yang harus saya lakukan? well, akting murid-murid saya ini perlu diacungin jempol dan saya total kebingungan dan terpaksa menunda pelajaran yang sudah saya buat ketika itu felt totally! Jadi teman-teman saya mengubah semua huruf vokal menjadi huruf 'i' contohnya apa kabar menjadi "ipi kibir" -- kami baik-baik saja menjadi "kimi biik-biik siji" dan seterusnya. Hanir yang totally different, her acting was so unpredictable. :D keren lah! Good Job kalian ya berperannya. Kece! Salut!

~~
nggak nyangka adalah ketika saya diterima di Indonesia Mengajar, lalu tiba-tiba semua sahabat pada berbondong-bondong bantuin, meskipun tinggal di lain kota, kerja siang, bahkan ada yang masih liburan pun disempetin buat bantuin saya. Terima kasih yang tak terhingga dan masih diinget banget sampai sekarang
~~

4. FGD (Forum Group Discussion)

Di FGD ini, saya masih membutuhkan sahabat-sahabat untuk membantu saya melaksanakan assessment di diskusi kelompok. Saya dan sahabat akan diberi suatu kondisi dan diharapkan mendapatkan solusi dari situasi dan kondisi tersebut. Saya jujur lupa situasinya seperti apa, yang jelas masih sangkut pautnya tentang pendidikan di Indonesia. Nah, untung saja sahabat-sahabat saya dapat mengimbangi. Meskipun mereka tidak ikut andil menjadi peserta (nyata) tapi mereka benar-benar seperti ikut andil menjadi peserta yang nyata. Hehe Ragil, Kak Novi, Hanirla, Fitri dan Rosi saling menguatkan dan berdiskusi satu sama lain. Waaaah kalian semakin aku kagumi dan keren :)

5. Wawancara

Tadaaaa... akhirnya ada di tahap penilaian yang terakhir yaitu wawancara. Semua sahabat saya sudah kembali ke peradabannya masing-masing dikarenakan mereka harus kembali beraktivitas lagi. Saya pun bergeser ke kamar sendiri, karena sebelumnya numpang di kamar orang :D :D kebetulan saya sedang tugas malam, jadi saya bisa santai-santai sejenak setelah direct assessment ini selesai.

Kak Ncan menginformasikan bahwa di tahap ini akan ada 2 assesor yang mewawancarai saya. Jadi, jika ditanya jawab saja apa adanya dan tetap jadi diri sendiri. Oke, saat itu 2 assesor saya adalah kak Riski (PM VIII) dan Kak Citra. Waaahh... pas diwawancara malah kebanyakan ngobrol dan seru. Malah jadi lupa waktu deh hehehe.. nah tips, biasanya dan seringnya pertanyaannya sesuai dengan essay yang ada di formulir pendafataran onlinenya. Jadi jangan lupa yaa dan harus diingat kembali apa yang sudah ditulis di sana. Kalau saya jujur lupa sih apa yang ditulis dan diucapkan :D

Na dann... selesai sudah direct assessment via online dari saya. Pada intinya sih prepare yourself and do what you want to do! Salam Pendidikan!!!

Pemalang, 22 Desember 2016
~~vidahasan~~ 

Share:

0 comments: