...kala itu...
Dari sekian banyak cerita yang ditulis di blog saya.
Mungkin cerita perjalanan tentang seleksi di Indonesia Mengajar belum saya
utarakan. Ceilee kek gimana juga diutarakan. Iya, siapa tahu saya bisa jadi
artis ngedadak lagi gegara ngeposting tentang seleksi IM ini haha :p ah bukan bermaksud demikian. Jikalau pun blog saya ini mengandung unsur kebermanfaatan intinya mah saya sangat senang sekali :)
Sebenernya ini kali kedua saya mendaftar program IM.
Pada tahun 2013 setelah dinyatakan WIS UDAH, saya mencoba mencari peruntungan
dengan mendaftar program IM yang nantinya setelah lolos akan dinobatkan menjadi
Pengajar Muda (PM). Mungkin, karena belum sangat niat dan lebih konsen ke hal
yang lain, belum rezeki saya untuk lolos diseleksi awal PM. Saat itu kalau
tidak salah mungkin PM VIII kali ya :D ngisi essai saja ngawurnya masyaAllah. Masih ada dan aplikan formulirnya dan saya baca ulang kembali, kok yo ngawur ngene iki -____-
Saat itu yang saya fikirkan adalah, ketika melihat
profil Pengajar Muda sebelumnya sangat keren-keren dan kece-kece, sedangkan
saya hanya fresh graduate yang masih
minim pengalaman, jadi saya merasa aja gitu pesimis. Saya mah apa atuh dibanding
kakak-kakak PM sebelumnya yang MasyaAllah kerennya seperti tiada kiranya. Maka akhirnya, saya memilih untuk fokus
mencari pengalaman terlebih dahulu baru setelah itu ikut IM. Jadi kan bisa
berbagi dan banyak cerita dengan anak-anak :D
Well, setelah 2
tahun diantara 2013-2015 menggelandang mencari ilmu dan bertapa di sebuah
tempat yang memang cukup histeris, maka akhirnya saya memutuskan untuk
melanjutkan mimpi saya yang sempat tertunda tersebut. Iya, mimpi menjadi
pengajar muda di program Indonesia Mengajar. Dengan membaca bismillahirrohmanirrohim, maka
ternobatkanlah formulir saya secara online di website Indonesia Mengajar.
Jika seleksi awal tahun 2013 itu saya mengisinya
sangat ngawur dan tidak jelas mbuh sing penting keisi wae, maka di
tahun 2015 ini saya lebih serius lagi untuk mengisinya. Jadi, untuk biodata
yang cukup panjang itu diisi dengan lancar, aman dan sentausa. Giliran masuk di
bagian mengisi pertanyaan-pertanyaan essai itulah yang buat diri ini geli-geli
tidak jelas :D Yang penting saya isi sesuai dengan pengalaman atau
kejadian yang saya alami selama ini. Makanya, saya isi saja secara apa adanya.
Tapi, jadi lebih membutuhkan waktu selama sekitar 2-3 hari -__- Entahlah, butuh
me time banget buat ngisi essai. Dan
ini beneran sangat serius ngisinya.
Nah, buat kalian yang emang pengen banget jadi PM nih,
usahakan untuk pengisian essai itu beneran apa adanya dan tidak dibuat-buat.
Jadi diri kalian sendiri aja tanpa ada paksaan apapun. Kalau memang punya
pengalaman yang sesuai dengan pertanyaan essainya mah yauda diisi aja. Jangan lupa, yang jelas minta doa restu sama
orang tua. Karna merekalah mimpi-mimpi dapat tercapai :D
Seleksi di tahap awal ini tidak terlalu meribetkan.
Saya merasa dipermudah sekali dengan seleksi dengan menggunakan formulir online
ini. Jadi, kita buat akun di website Indonesia Mengajar, nah akun tersebut
digunakan untuk kita mendaftar menjadi Pengajar Muda atau sekedar emang pengen
punya akunnya saja :D Akun ini akan selalu aktif sampai batas yang entah tidak
ditentukan sampai kapan. Soalnya, dalam kurun waktu 2 tahun meninggalkan dunia
keIMan akun saya masih saja terpampang dengan unyu di websitenya. Bahkan formulir pendaftaran jadi PM saya yang pertama pun masih bisa saya baca sampai saat ini :D
Dulu mah saya juga tidak ingin sebenernya menjadi pengajar apalagi guru, namun panggilan tetaplah panggilan. Dari sekian banyak ribuan orang, yang bukan dari jurusan non pendidikan saja mau jadi guru dan mengajar, masa saya hanya diam sembari melipat lutut dan menutup mata dalam pendidikan. Well, panggilan jiwa itu ada ketika kita merasa bermanfaat untuk orang lain. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain?
Intinya, just be
yourself and believe what will you do!!!
--Sebatik, 14 Oktober 2016—
Arvida Rizzqie Hanita
PM XI Kabupaten Nunukan
0 comments:
Post a Comment