Ada yang berbeda di hari ini. Elin, adik angkat saya, keluar rumah dan berangkat lebih awal tidak seperti biasanya. Iya, back to school, akhirnya setelah sekitar 3 minggu liburan berlalu kami pun kembali lagi bersekolah.
Lama tidak berjumpa dengan kawan-kawan, bahkan guru-guru (sesekali hanya bertegur sapa ketika keliling kampung). Maklum, liburan lalu diisi dengan berbagai banyak kegiatan, pas kebetulan saya site visit di minggu terakhir sekolah, lalu diselingi dengan kegiatan Ramadhan dan malam takbiran. Ah, rupanya sudah sebulan saya tidak berjumpa dengan anak-anak. Bahkan anak-anak mengira, kalau saya sudah pulang kembali ke Jawa dan tidak muncul lagi di sekolah. Bukan, tidak seperti itu, sekalipun pulang, saya akan pamit dengan kalian anak-anakku sayang :)
Hari Pertama Sekolah...
Semuanya baru, mungkin hanya beberapa anak. Dari seragam, peralatan sekolah, sepatu, bahkan tas pun baru. Yang paling mengesankan adalah, ketika melihat adik-adik mungil baru yang duduk di kelas 1 SD. Ah, lucunya raut wajah mereka. Seperti ada hal-hal baru yang belum mereka ketahui sebelumnya. Iya, peralihan dari masa TK ke SD adalah proses. Namun, sorot mata mereka polos dan bersinar. Siap menyapa masa depan yang baru.
![]() |
| apel pagi |
Di hari pertama sekolah pun harus ada semangat baru, jiwa optimisme yang baru untuk menggapai asa. Bagi saya, ilmu itu kita pelajari untuk menggapai asa diri bukan untuk menunjukkan bahwa kitalah yang terbaik dan terhebat. Belajar adalah hal untuk meningkatkan kualitas diri, namun tujuannya bukan untuk bersaing dengan orang lain namun lebih untuk pengembangan diri. Setiap orang layak mendapatkan pendidikan tertentu, baik formal maupun informal. Anak-anak adalah agen masa depan, bukan aset yang kita gunakan untuk memunculkan ambisi-ambisi orang dewasa. Sebagai seorang dewasa, tugas kita adalah mendidik dan mendampingi para agen masa depan ini.
![]() |
| perkenalan di dalam kelas 1 |
Beberapa orang tua pun terlihat tak sabar dan tersenyum ketika anak-anak mereka memasuki hari pertama sekolah. Meskipun perilaku mereka masih sama ketika duduk di bangku TK, tapi tetap saja ada harapan yang terkumpul dari orang tua mereka. Kelak, semoga menjadi anak yang dapat membanggakan mereka.
Pak An, salah satu guru yang ikut merintis pendirian SDN 005 Sebatik Tengah pun tak mau kalah dengan anak-anak ini. Ada semangat membara di hari pertama masuk sekolah, ada yang berbeda dengannya. Tiba di sekolah lebih awal dan memberi sambutan untuk anak-anak. Gelak candanya masih belum berubah, masih sama seperti sebelumnya.
"Hayo... ini anak kelas 1. Siapa yang berani maju ke depan untuk memperkenalkan diri?" Tanya pak An. "Tidak ada yang mau maju? nanti pak guru masukkan kalian ke dalam karung satu per satu" imbuhnya. Semua anak-anak tertawa dengan candaan pak An.
Tetiba gadis mungil mengacungkan jarinya dan berkata tegas "Aku pak! Aku mau maju" Ujarnya.
Sorot mata tertuju padanya, ada rasa berbinar di mata gadis kecil ini.
"Kamu. Coba perkenalkan diri lalu tinggal dimana" Kata pak An.
"Nama saya Antrisia Virginia Tiwe. Panggilan Antris. Saya tinggal di Bergosong" sontak semua bertepuk tangan dengan keberanian si Antris.
"Oke, terima kasih. Coba siapa lagi yang berani?" tanya pak An.
Boli yang awalnya tidak mau maju pun akhirnya dipaksa maju oleh Antris. :))
Ah... Anak-anak selalu punya cerita sendiri dengan kepolosan mereka. :))
Kalo ini action saya bersama dengan anak-anak kelas 5 dan kelas 6. 3 hari ini adalah masa transisi, jadi belum mulai pelajaran efektif. Sehingga, mereka masih bekerja bakti di lingkungan sekolah mereka :)
SDN 005 Sebatik Tengah PM XI Kab. Nunukan







0 comments:
Post a Comment