17 July 2012

Tentang Mereka (Yang di Jalan)

*Wuuuussshh* aku berjalan menelusuri jalanan Kota Yogyakarta. Dalam separo dalam perjalananku aku berhenti dan memandangi mereka (yang dijalanan). Iba, simpatik, tentu saja itulah yang aku rasakan ketika melihatnya. Hanya satu saja sejujurnya yang ingin aku lihat, senyuman kebahagiaan yang selalu terpancar dalam diri mereka. Ketika mereka hidup susah, senang, sulit sesulit apapun itu, mereka tetap bertahan dengan apa yang mereka miliki.


Aku ini siapa? Aku bukan siapa-siapa, karena aku hanya seorang gadis yang suka mengamati "para jalanan yang malang". Lalu, apa yang bisa aku perbuat untuk mereka? Mereka yang seharusnya sedang duduk menyimak para guru menjelaskan, para guru berceloteh, tapi mereka malah justru duduk di pinggiran jalan, melawan teriknya sang mentari dan mengetuk setiap jendela mobil yang berhenti saat lampu merah.


Ini nasib? takdir atau sesuatu yang tanpa usaha? Kenapa harus para muda yang menjadi korban bagi keselamatan orang tuanya? Adakah seperti itu? Lalu, macam apa orang tua mereka? 


Setidaknya inilah nasib, dan setidaknya mereka bisa untuk merubah nasib mereka. Karena nasib memang bisa dirubah tidak demikian dengan si takdir.



Share:

0 comments: